Senin, 21 November 2016

Polisi Kantongi 70 Akun Penyebar Isu Rush Money

JAKARTA (HK)--Bareskrim Polri sudah mengidentifikasi sekitar 70 akun media sosial yang menyebar ajakan untuk menarik uang secara besar-besaran (rush money). Ke-70 akun itu aktif menyiarkan isu tersebut secara berkelanjutan melalui facebook dan Twitter.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan hal itu kepada wartawan dia di gedung sementara Bareskrim Polri, Kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, Senin (21/11).

?"Saya rasa tidak terlalu banyak. Yang kami identifikasi di akun Twitter dan Facebook itu ada sekitar 70 akun," katanya.

Agung mengaku, belum mengetahui pasti apakah ke-70 akun tersebut dilakukan oleh satu kelompok. Namun demikian, ia menduga, 70 akun itu berdiri sendiri dalam menyiarkan isu tersebut.

?"Sepertinya sendiri-sendiri. Kami ingin pastikan bahwa ini hal yang harus kami sikapi. Tidak perlu diikuti karena ajakan yang keliru dan tentunya akan merugikan," jelasnya

Kata Agung pihaknya akan terus mengawasi 70 akun tersebut. Saat ini, tim cyber crime tengah memburu pelakunya.

"Kami identifikasi terus hari ini. Kami akan mengambil langkah konkret untuk masalah ini. Sementara ini, perlu identifikasi keberadaannya dan posisinya," jelas Agung.

Bahas

Bareskrim Polri, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar rapat terbatas di Markas Bareskrim Polri, kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, kemarin.

Ketiga instansi tersebut, membahas isu rush money yang belakangan ini viral di media sosial.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya menyatakan kondisi perbankan Indonesia masih dalam keadaan stabil dan aman. Menurutnya, informasi yang beredar itu tidak tepat dialamatkan pada waktu sekarang ini.

"Rush money ajakan yang tidak tepat karena kami telah melakukan rakor dengan OJK dan BI untuk melihat apakah isu ini menjadi positif atau negatif. Rush money adalah ajakan yang keliru terkait posisi dan kondisi perbankan kita yang sedang bagus-bagusnya," ka?ta Agung. Untuk itu dia meminta masyarakat tidak termakan isu tersebut. Sebab, menurut Agung, justru penarikan uang di bank, akan mengakibatkan kerugian bagi nasabah.

"Kita tahu likuiditas bank berjalan dengan normal. Terkait rush money, BI sudah memastikan semuanya dalam kondisi yang normal. Kemudian dari OJK juga sudah memastikan bank sudah punya sistem yang baik,"? terang Agung.

?Agung menegaskan, sejauh ini, perbankan Indonesia tetap dalam kondisi aman, meski menghadapi ancaman inflasi.  Agung meminta agar masyarakat tidak khawatir. Dia mengklaim, uang masyarakat akan aman di bank.

?"Isu rush money ini akan merugikan nasabah sendiri tidak perlu digubris. Tidak ada hal yang bisa disandingkan dengan apapun terkait dengan kondisi perbankan kita," jelas dia.

Menurut Agung, isu rush money diembuskan orang tak bertanggung jawab jelang demonstrasi 2 Desember. ?Oknum-oknum itu, tambah Agung, menginginkan perekonomian Indonesia mengalami krisis.

"Kami tahu dari isu yang muncul dari medsos ini terkait gerakan 2 November. Hasil analisis kami, ada masyarakat yang memprovokasi. Memang ada pihak-pihak yang ingin mengacaukan sistem perbankan di Indonesia. Aksi provokasi," katanya. (kcm/net)

Share

0 komentar:

Posting Komentar