Senin, 21 November 2016

Pembangunan SDN 020 Batam Molor

sd 020Gara-gara Pembayaran Upah Terlambat 2 Bulan

SAGULUNG (HK) -- Gara-gara upah terlambat selama 2 bulan, beberapa pekerja proyek pembangunan gedung SDN 020 yang terletak di Kavling Nato, Sagulung, malas-malasan. Sehingga pembangunan gedung molor dan tersendat.

Berdasarkan kontrak kerja, pengerjaan proyek fisik tersebut harus rampung dan diserah-terimakan kepada Dinas pendidikan (Disdik) Kota Batam, pada tanggal 28 Desember 2016 mendatang.

Pantauan di lokasi, kalau dilihat secara kasat mata pembangunan fisik gedung tersebut ditaksir hanya sekitar 50 persen, padahal pengerjaan relatif tinggal hanya sebulan.

Kontraktor proyek tersebut adalah PT Agara Indah Perkasa dengan konsultan Pengawas PT Batam Structural Engineers. Sedangkan, nilai kontraknya menelan biaya sebesar Rp2,2 miliar dengan lama pengerjaan 125 hari kerja.

Salah seorang pekerja, Rusmalan mengatakan bahwa upahnya sudah terlambat selama 2 bulan berturut-turut. Meski menurutnya sudah beberapa kali dijanjikan segera ada pembayaran oleh kontraktor, tapi hingga hari ini mereka belum menerima apa yang menjadi haknya.

Kata dia lagi, pekerja yang belum dibayarkan itu mengerjakan proyek di Blok A SDN 020. Sebab dalam pengerjaan proyek tersebut pekerja dibagi menjadi tiga kelolompok oleh kontraktornya.

"Kami disini ada 3 group yang mengerjakan gedung ini. Jadi kami tak ada berurusan dengan pihak kontraktornya. Kami berurusan dengan pemborongnya yakni pak Abun. Pak Abun itu hanya janji tinggal janji saja. Buktinya sampai 2 bulan tak dibayarkan upah kami," ujar pria yang tinggal di Tanjung Piayu, Sei Beduk ini.

Memang, kata dia lagi, kalau upah yang dulunya sudah lancar semua. Akan tetapi upah dua bulan terakhir ini. "Dua bulan terakhirlah tidak lancar, sebenarnya bukan tak dibayar sama sekali, tapi bayarnya dengan dicicil," papar Rusmalan, Senin (21/11) siang.

"Biasanya di blok A, pekerjanya 13 orang, tetapi karena upah belum dibayarkan ditambah hujan yang sering turun membuat kawan-kawan tidak datang," kata Selamet menambahkan.

Di tempat sama, Sulaeman pekerja lainnya menuturkan, dirinya sudah lebih dari dua bulan tidak dibayar oleh pengawas yang mempekerjakannya.

"Kalau saya sudah dua bulan tak dibayarkan. Sebenarnya tak banyak, tetapi namanya juga kita butuh uang," ujarnya kesal.

Sementara itu, Haris, selaku kepala kontraktor proyek saat dikonfirmasi sejumlah wartawan belum memberikan jawaban. (ded)

Share

0 komentar:

Posting Komentar