BATAM (HK) – Setelah tiga tahun berinvestasi di Batam, PT Feen Marine, perusahaan rekayasa dan pembuatan inert gas dan nitrogen generator sistem untuk industri marine dan lepas pantai, akan memperluas investasinya di Batam.
Guna perluasan investasi tersebut, perusahaan asal Norwegia ini menggandeng PT Scanjet dari Swedia dengan tambahan investasi senilai USD 4 juta atau setara dengan kurang lebih Rp52 miliar (dengan kurs Rp1.300 per USD 1).
"Tambahan investasi senilai USD 4 juta, dan akan mulai produksi awal tahun depan (tahun 2017)," ucap Managing Director PT Feen Marine, Bjornar Feen, Jumat (23/12) di gedung marketing BP Batam, Batam Centre.
Dengan kerjasama keduanya, PT Scanjet yang bergerak di bidang Tank Cleaning akan memindahkan semua produksinya dari Swedia ke Kota Batam. "Batam dinilai lebih strategis, mengingat pangsa pasar perusahaan ini sebagian besar ada di Asia," terang Bjornar Feen ke awak media.
Ditambahkan oleh HRD Manager Feen Marine, Jacky Aulia, bahwa perusahaannya memproduksi Inert Gas dan nitrogen, sistem yang mencegah terjadinya kebakaran atau ledakan dalam tabung gas atau minyak yang dibawa oleh kapal tanker. Dan merupakan produsen pertama di Indonesia, dan selama ini hasil produksi digunakan oleh perusahaan besar seperti Pertamina.
“Kapal Tanker membawa gas dan minyak, sangat mudah terjadi kebakaran atau ledakan. Jika selama ini harus beli di luar negeri, kami perkenalkan produksi Batam,” katanya.
Seiring perjalanan waktu, lanjut Jacky Aulia, perusahaan ini tertarik melebarkan sayapnya dengan bekerjasama dengan PT Scan Jet yang bergerak di bidang tank cleaning. Tank Cleaning adalah sistem yang dibutuhkan untuk membersihkan tank saat kapal tanker menyalurkan gas atau minyak.
CEO Scan Jet Magnus wallin mengatakan, total investasi yang dibawahnya ke Batam berkisar USD 4 juta. Tahap pertama ini USD 1 juta, tahap berikutnya USD 2 juta. Tahap ketiga adalah transfer teknologi Dari Swedia sebesar USD 1 juta.
Selain membawa investasi dalam bentuk materi, yang paling penting adalah dampak yang dihasilkan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami menyambut baik perluasan investasi ini, dan sekaligus menurutnya ini menunjukan bahwa investor masih melihat Batam sebagai tempat investasi yang menjanjikan.
Sebab menurutnya, kedatangan investasi ini bisa membantu perekonomian, menyerap tenaga kerja dan bisa menjadi ajang trasfer knowled teknologi. Sehingga bisa memberikan kesempatan tenaga kerja lokal akan memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam teknologi yang dibawa Scan Jet.
“Menyerap tenaga kerja, transfer knowled jauh lebih mahal dibanding dengan nilai materi," ujarnya.
Atas tujuan tersebut, lanjut Gusmardi, BP Batam akan mempermudah perizinan yang dibutuhkan agar ekspansinya bisa berjalan dengan lebih baik. BP Batam juga akan memfasilitasi persoalan yang dihadapi oleh Investor ini. Termasuk melengakpi infrastruktur yang dibutuhkan. (r/ays)
Share
0 komentar:
Posting Komentar