PANTER
– MEDAN, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum yang
digelar Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) di gedung Medan Internasional
Convention Center (MICC) Jl. Gagak Hitam, Ringroads Medan, Sabtu (19/11).
Hadir Gubsu HT Erry Nuradi, tuan Guru Babussalam Syekh Hasyim Al Syarwani, Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, tokoh masyarakat H Syamsul Arifin, Koordinator Kopertis Wilayah I, Dian Armanto, Rektor UISU Mhd Asaad, Ketua Pembina Yayasan T Hamdi Osman, Prof Zainuddin, Bakhtiar Chamsyah dan ribuan mahasiswa UISU.
Dalam
kuliah umum tersebut, Panglima TNI menanggapi peristiwa demonstrasi yang
menuntut Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka
dalam kasus penistaan agama beberapa waktu lalu.
Menurut
Panglima, kini Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka. Panglima pun
menegaskan, apabila masih terjadi demonstrasi maka tujuannya ialah memecah
belah bangsa.
“Proses
hukum sudah berjalan, kalau ada demo pasti tidak berhati nurani. Apalagi
menuntut penurunan presiden sudah pasti tujuannya memecah belah bangsa,” kata
Panglima.
Panglima
meminta seluruh pemuka agama agar menebarkan salam dan menjalin silahturahmi.
Pemuka agama diharapkan dapat bersikap berdasarkan kebenaran dan kesantunan.
“Tak
ada ustadz berdemonstrasi dengan memaki-maki. Itulah orang-orang yang
berpakaian ustadz dan mengaku ustadz. Mereka ingin memecah belahkan bangsa dan
menghancurkan islam,” sambung Panglima.
Panglima
menceritakan bahwa jihad adalah membela NKRI yang berdasarkan Pancasila dan
Bhinneka Tunggal Ika telah menjadi sumpah untuk pemersatu bangsa.
“Bhinneka
jangan diutik – utik. Lihat burung Garuda mencengkram kuat Bhinneka Tunggal
Ika. Bila tidak ada islam, bukan Indonesia. Bila tidak ada Kristen, bukan
Indonesia. Bila tidak ada Hindu dan Budha, bukan Indonesia. Indonesia adalah
kita yang beragam,” ucap Panglima.
Panglima
Gatot Nurmantyo mengingatkan para pemuda khususnya mahasiswa bahwa dalam setiap
mengambil keputusan dan menyalurkan pendapat serta aspirasi kepada pemerintah
dalam bentuk demo harus selalu menggunakan akal pikiran dan hati nurani, sebab
demo dalam alam demokrasi diperbolehkan.
“Jika
mahasiswa berdemo tanpa akal pikiran dan hati nurani, maka hanya dikendalikan
oleh orang yang mengatasnamakan mahasiswa,” ungkap Panglima TNI.
Dalam
kesempatan itu, Gubsu HT Erry Nuradi mengapresiasi UISU menghadirkan Panglima
TNI Jend Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum mengangkat tema Membangun
Semangat Kebangsaan dan Kebhinnekaan dalam Bingkai NKRI.
“Kita harus menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila,
UUD RI Tahun 1945, Negara Kesatuan RI (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Komunikasi, koordinasi, dan
sinegitas senantiasa dilakukan di tengah masyarakat demi mendorong pembangunan
nasional khususnya di Sumatera Utara,’’ sebut Erry.
“Sumut
merupakan potret kecil miniatur masyarakat Indonesia yang multikultural. Hampir
semua suku, agama, ras dan adat budaya dapat ditemukan di Sumatera Utara. Jika
ditelisik lebih dalam memiliki berbagai potensi konflik mulai dari sengketa
tanah, sumber daya alam, politik lokal, SARA dan lainnya dapat mengancam
stabilitas wilayah. Untuk itulah kita semestinya menyatukan gerak dan langkah
sinergis menjaga tetap terciptanya situasi yang harmoni, aman dan kondusif di
Sumatera Utara. Indonesia damai, Sumut maju,’’ tandas Erry.

0 komentar:
Posting Komentar