Selasa, 01 November 2016

Penjual Bandrek Tewas

tkp laka dekat dealer mino perkasa motorKARIMUN (HK)-Kecelakaan maut kembali terjadi di Karimun. Setelah dua pekerja PT Saipem tewas dalam kecelakaan tunggal pada akhir pekan lalu, kini Khalidin (39) yang tewas secara mengenaskan dalam kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Jalan A Yani atau tak jauh dari dealer Mino Perkasa Motor, Selasa (1/11) sekitar pukul 02.00 WIB.

Penjual bandrek asal Aceh itu diduga tewas di lokasi kejadian atau dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani. Pria berperawakan sedang itu mengalami pendarahan hebat di kepala. Darah segar bercampur dengan air memenuhi badan jalan. Saat kejadian, Karimun baru saja diguyur hujan.

Informasinya, Khalidin yang mengendarai sepeda motor Honda Grand BP 3129 KK datang dari arah Seilakam menuju Balai. Sementara, dari arah berlawanan muncul sepeda motor yang dikendarai Anggi Ryu Luwindra (17) berboncengan dengan Nureda (16) yang mengendarai sepeda motor Honda Revo BP 3941 KI.

Ketika berada di depan Salon Rudi yang tak jauh dari dealer Mino Perkasa, kedua sepeda motor yang diduga melaju kencang tersebut berlaga kambing. Ketiga pengendara sepeda motor itu terpental ke aspal. Tak berapa lama, Anggi masih bisa duduk begitu juga Nureda langsung berdiri. Naasnya Khalidin tak bergerak sama sekali.

Meri Sabrina, saksi mata yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, dia terkejut begitu mendengar suara hantaman benda keras di jalan. Dia yang saat itu persis berada dekat lokasi melihat dua sepeda motor yang lengket di jalan. Sementara, di dekat sepeda motor tergeletak tiga orang. Dua pria dan seorang wanita.

"Saya terkejut begitu mendengar suara keras tak jauh dari tempat saya duduk. Ternyata suara itu berasal dari tabrakan dua sepeda motor. Motornya nampak lengket. Di dekat motor itu ada tiga orang yang tergeletak. Dua laki-laki dan seorang perempuan. Perempuan itu langsung berdiri, yang laki-laki sempat duduk. Satunya lagi tak bergerak lagi," tuturnya.

Meski kejadian lakalantas di Jalan A yani itu terjadi pada sudah dini hari, dan ditambah lagi saat itu hujan gerimis, namun suara hantaman itu sempat mengejutkan warga sekitar. Beberapa warga Karimun mendatangi lokasi kejadian. Namun, mereka tidak berani mengambil tindakan. Warga hanya menyaksikan kejadian sembari menunggu datangnya polisi.

Kata warga yang tidak mau disebutkan namanya, di lokasi kejadian dia melihat dua kaleng minuman beralkohol merk Carlsberg dan Tiger yang dibungkus dalam kantong plastik. Dua kaleng minuman itu masih belum dibuka. Warga menduga, minuman tersebut dibawa salah seorang pengendara sepeda motor tersebut.

"Saat kejadian, saya tengah berada disana. Saya melihat ada dua kaleng minuman beralkohol di dekat sepeda motor itu. Satu kaleng merk Carlsberg dan satunya lagi merk Tiger. Kedua minuman itu masih belum dibuka. Minuman itu dibungkus dalam kantong platik," ungkap warga yang namanya diwanti-wanti jangan ditulis.

Menurut dia, sepeda motor merk Honda Revo yang dikendarai oleh laki-laki dan perempuan itu, sebenarnya dikendarai perempuan. Sementara, laki-laki yang saat itu tidak mengenakan baju hanya berboncengan. Sedangkan, versi lain menyebut kalau sepeda motor merk Honda Revo itu dikendarai Anggi, sementara Nureda hanya berboncengan.

Kepala Satuan Lalulintas Polres Karimun AKP Syamsurizal melalui Kepala Unit Lakalantas Ipda Bakri di lokasi kejadian mengatakan, dalam kasus lakalantas itu, satu pengendara meninggal dunia atas nama Khalidin, satu pengendara masih dirawat di RSUD Muhammad Sani dan satunya lagi hanya rawat jalan.

"Pengendara atas nama Khalidin meninggal dunia. Diduga meninggal di TKP atau dalam perjalanan ke RSUD. Sedangkan, Anggi mengalami luka robek yang cukup lebar di bagian paha sebelah kiri, luka di betis sebelah kiri dan luka lecet bahu sebelah kiri. Saat ini masih dirawat di RSUD. Sedangkan Nureda mengalami lecet kaki sebelah kiri dan tidak sampai di rawat," kata Bakri.

Menurut dia, saat ini pihaknya masih mencari penyebab tabrakan maut tersebut. Pihaknya juga sudah melakukan olah TKP, petugas unit Laka Satlantas Polres Karimun melakukan pemeriksaan terhadap para saksi mata. Setidaknya, ada 4 orang saksi yang diperiksa terkait kasus lakalantas maut tersebut. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar