Jumat, 04 November 2016

25 Nyawa Melayang di Jalan

Lakalantas Sepanjang 2016

KARIMUN (HK)-Korban yang meninggal akibat kecelakaan lalulintas (lakalantas) di jalan raya Karimun terus meningkat. Rata-rata, korban yang meninggal itu adalah pengendara roda dua. Ada yang meninggal karena kecelakaan tunggal dan tabrakan dua sepeda motor atau sepeda motor dengan kendaraan roda empat.
Berdasarkan data Satlantas Polres Karimun, jumlah lakalantas yang terjadi di wilayah Karimun terhitung sejak Januari hingga Oktober 2016 terhitung sebanyak 69 kejadian. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 korban meninggal dunia, 46 korban mengalami luka berat dan 52 lainnya mengalami luka ringan.

"Jumlah korban meninggal dunia sepanjang Januari hingga Oktober 2016 ini sebanyak 25 orang. Korban terakhir adalah korban yang tewas akibat kecelakaan di Jalan A Yani beberapa hari lalu. Sedangkan pada tahun 2015 lalu korban meninggal dunia akibat laka lantas  sebanyak 18 orang," ungkap Kasat Lantas Polres Karimun, AKP Syamsurizal melalui Kanit Laka Lantas, Ipda Bakri.

Kata Bakri, tingginya angka kecelakaan di jalan raya Karimun itu menandakan rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi peraturan lalulintas. Dirinya menghimbau agar saat berkendara masyarakat hendaklah mematuhi seluruh peraturan lalulintas, karena seluruh aturan tersebut berhubungan dengan keselamatan.

Kapolres Karimun AKBP Armaini saat ditemui di ruang kerja menambahkan, rata-rata korban kecelakaan lalulintas itu adalah pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm. Padahal, mengenakan helm saat berkendara bukan karena takut dengan polisi, melainkan untuk melindungi kepala dari musibah kecelakaan.

"Biasanya, ada tiga alasan kenapa orang memakai helm. Pertama, karena takut dengan polisi. Kedua, karena ingin melindungi kepala dari kecelakaan. Dan ketiga, khusus untuk di kota besar, orang mengenakan helm untuk melindungi wajah dari polusi udara atau asap yang keluar dari kanlpot kendaraan," ungkap Kapolres.

Armaini menyebut, kesadaran memakai helm itu rata-rata dilakukan oleh warga di kota-kota besar. Namun, dirinya menyayangkan kesadaran itu tidak melekat dihati masyarakat Karimun. Untuk itulah, dia menghimbau kepada warga agar selalu menggunakan helm saat berkendara.

Menurut dia, sudah bermacam cara dilakukan agar kesadasaran masyarakat untuk menggunakan helm bisa meningkat, mulai dari sosialisasi rutin yang digelar di berbagai kegiatan, hingga razia kendaraan yang dilakukan di berbagai titik di Karimun. Namun, tetap saja pengendara tidak memiliki kesadaran untuk memakai helm.

"Kalau sosialisasi sudah terhitung lagi kami lakukan. Begitu juga dengan razia kendaraan di jalan. Namun, kesadaran pengendara memakai helm masih saja rendah. Mungkin polisi di Karimun ini tidak garang-garang, sehingga ketika dilakukan razia mereka kadang main kucing-kucingan dengan petugas," pungkasnya.

Catatan Haluan Kepri, dalam dua pekan terakhir, tiga pengendara sepeda motor tewas di jalan raya Karimun. Dua korban pertama adalah pekerja PT Saipem yang terlibat lakalantas tunggal, satu di dekat Simpang Mutiara dan satu lagi di dekat SMA Yayasan Avicena. Korban terakhir, adalah penjualn bandrek yang terlibat tebrakan di Jalan A Yani, Kecamatan Karimun. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar