BATAM CENTRE (HK) – Provinsi Jawa Barat (Jabar) kembali akan melakukan promosi investasi di Batam, khususnya investasi infrastruktur dan pariwisata. Promosi tersebut akan paparkan dalam kegiatan West Java Investment Forum (WJIF) di Hotel Harmoni One, Batam Centre Rabu (26/10) hingga Kamis (27/10).
Kerjasama antara Badan Penanam Modal dan Pelayanan Terpadu (BPM PT) Provinsi Jabar dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya, setelah pada tahun 2012 lalu digelar kegiatan yang sama.
“Tujuan utamanya mengajak pengusaha dari Batam, dari Singapura dan Malaysia serta negara lainnya untuk berinvestasi di Jabar, khususnya untuk infrastruktur dan pariwisata," ujar Kepala Bidang Sosialisasi dan Promosi BPM PT Jabar, Eka Hendrawan kepada sejumlah awak media.
Dijelaskan, bahwa pemilihan Batam sebagai tempat pelaksana tidak lepas dari letaknya yang strategis menjadi daya tarik tersendiri. Keunggulan itu kerap dimanfaatkan oleh provinsi lain di Indonesia untuk berpromosi. Jawa Barat sendiri berharap mampu menjaring sejumlah investor asing, terutama dari Singapura untuk masuk ke daerahnya melalui Batam.
“Kami berharap dengan kegiatan ini Singapura lebih banyak investasi lagi, karena saat ini Singapura menjadi PMA nomor empat terbesar di Jawa Barat," terangnya.
Untuk menarik minat tersebut, lanjutnya, Jawa Barat akan memberikan sejumlah kemudahan perizinan untuk investor yang bersedia investasi di daerahnya. Salah satunya melalui 5 kawasan industri di Jabar yang dilengkapid dengan fasilitas KLIK. Dengan demikian, investor yang masuk tak perlu berlama-lama menunggu Amdal dan IMB untuk merealisasikan pembangunan fisik, tapi cukup hanya tiga jam bisa terselesaikan.
“Sejumlah perizinan sudah kami, sehingga pelayanan lebih cepat dan hemat biaya,” ungkapnya lagi.
Dua sektor yang disebutkan di atas, yakni pariwisata dan infrastruktur. Dimana infrastruktur ada beberapa ruas jalan tol yang akan ditawarkan oleh Provinsi Jabar. Sedangkan sektor pariwisata akan berfokus kepada sejumlah pantai dengan potensi keindahan alam menawan dari kurang lebih 27 kabupaten yang diundang, meski diprediksi hanya hadir sekitar 20 kabupaten/kota.
Kegiatan WJIF ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan investasi di Jawa Barat. Pada semester satu 2016, total investasi yang masuk telah mencapai Rp 75 triliun. Dengan forum ini, diharapkan dapat memenuhi target Rp 107 triliun yang diberikan pemerintah pusat kepada Jawa Barat.
Di tempat yang sama, Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukgu mengatakan, WJIF menjadi salah satu ajang bagi pengusaha Batam dan juga sejumlah investor dari Singapura dan Malaysia untuk mengeksplore peluang investasi di luar Batam. Apalagi, beberapa produk investasi yang ditawarkan cukup menarik.
“Yang paling penting adalah kemudahan perizinan dan kepastian hukum. Dengan diperkenalkan langsung seperti ini, pengusaha Batam seperti mendapat garansi langsung dari regulator,” katanya.
Apalagi menurutnya, sebagai panitia lokal pihaknya sudah mengundang dan bisa diprediksi akan dihadiri 30 hingga 50 investor Singapura dan Malaysia. Antara lain berasal dari Singapura Bussiness Federation (SBF), Singapua Chinnese Chamber of Commerce dan Singapore Indian Chamber of Commerce.
“Antusiasme investor asing cukup tinggi untuk melihat peluang usaha di Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, pengusaha Singapura tertarik mencari peluang investasi pasca Tax Amnesty. Masuknya dana-dana dari luar negeri ke Indonesia membuat pasar invesatasi di Indonesia kian menggiurkan. Namun investor perlu perkiraan matang untuk memulai investasi. Karena itu WJIF menjadi ajang bagi Jawa Barat untuk memaparkan seara detil peluang invesatasi dan kemudahan yang ditawarkan kepada investor.
“Kami berupaya maksimal menawarkan peluang itu, terpulang pada investor PMA dan PMDN dari Batam apakah kemudahan tersebut bisa diberikan fasilitas dan kemudahan untuk berinvestasi di Jabar. (ays)
Share
0 komentar:
Posting Komentar