]]>
Panter Wajo.Puluhan ribu umat muslim penuhi lapangan merdeka
sengkang untuk melaksanakan shalat Idhul Adha 1437 H/2016 M,hadir anggota DPR RI
pusat H.Syamsul Bachri ,Bupati wajo,wakil Bupati wajo,Damdim 1406,
WAJO,Kapolres wajo,Ketua DPR wajo dan anggota DPRD wajo yang hadir.
Bupati wajo pada uraian sambutannya mengatakan jutaan umat
muslim di padang arafah juga melaksanakan ibadah haji,dan untuk naik haji
pemerintah meminta maaf karena harus menunggu 36 tahun lamanya antri, baru bisa naik haji juga untuk mengukur tingkat pendapatan masyarakat wajo
dengan kita melihat jumlah pendaftaran
haji dan kepemilikan kendaraan bermotor.
Inilah yang menjadi
pedoman tolak ukur untuk menilai tingkat
pendapatan masyarakat wajo,dan kita menilai ada peningkatan pendapatan melihat
banyaknya masyarakat yang mengantri
untuk naik haji ” dan jangan
teriming-imingi naik haji cepat dengan
lewat jalur tidak resmi,sehingga harus diwaspadai karena masyarakat
juga yang akan rugi seperti kejadian calon
jamaah haji Indonesia yang hanya sampai
di Filipina,karena lewat jalur tidak resmi, itu karena mereka tidak sabar ingin
segerah naik haji, pada momentun idul adha ini ,marilah kita harus mencontoh Nabi Ismail yang
memiliki kesabaran serta mencontoh kesabaran Nabi Muhammad SAW , Bupati wajo
dalam menutup sambutannya.
Sebagai pembawa Khutbah Idul Adha H.M.Idman Salewe ,dengan judul Hikmah Idul
Adha Sebagai Pendidikan Dalam
Membentuk Ismail Modern,berikut uraian
singkatnya ,Idul Adha sebagai cara menunjukkan betapa persatuan Islam digalang
dan dieksperesikan lewat ibadah qurban begitu pentingnya wujud persatuan dan
solidaritas Islam ,maka ibadah qurban sangat dianjurkan,dewasa ini masih banyak
di antara sesama kita yang belum bersedia mengorbankan miliknya untuk
kepentingan orang banyak,malah sebaliknya mereka sering mengorbankan orang
banyak demi kepentingan dirinya sendiri,mereka dikendalikan oleh hewaniyahnya.
Pada bahagian akhir dari khutbah ini kami ingatkan bahwa
sejarah pelaksanaan ibadah qurban adalah bermula dari adanya perintah ALLAH SWT
atas nabi Ibrahim untuk mengorbankan puteranya Ismail,peristiwa ini tidaklah
sama sekali bermaksud untuk membunuh Ismail,sebab Tuhan sendiri mengharamkan
pembunuhan manusia,akan tetapi peristiwa itu semata-mata untuk menguji sampai
dimana ketaatan Nabi Ibrahi dan Ismail,peristiwa ini mangandung pelajaran yang
amat berharga bagi kita semua.Arief
Rahman/Editor:Mukhlis
0 komentar:
Posting Komentar