Rabu, 31 Agustus 2016

Cegah power post syndrom, 125 calon pensiunan Pemkot Malang dibekali kewirausahaan

Sejumlah PNS yang akan pensiun mengikuti pendidikan kewirausahaan dari Pemkot Malang. (LICOM/Aji Dewa Roisky)

LENSAINDONESIA.COM :- Sebanyak 125 ‎PNS di lingkungan Pmkot Malang bakal pensiun. Untuk itu, mereka dibekali kewirausahaan di Hotel Regent Malang, Rabu (31/8/2016). Pembekalan yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang mendapat respon positif.

Hadir diacara tersebut Sekertaris Daerah Kota Malang, Dr. Idrus Ahmad. Selain itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Malang, Subkhan, psikolog Prosinergi Drs. Robin A. Wijaya, MBA, Ir. Kristiawan dari Kajeye Food, yang bergerak di wira usaha pengolahan ikan lele.

Menurut Subkhan ada 300 PNS yang bakal pensiun di tahun 2016 ini. Mereka tersebar di semua SKPD. “Semoga pembekalan ini bermanfat,” katanya.

Sementara itu, Sekda Idrus mengatakan bila pelatihan dan pembekalan PNS menjelang pensiun itu untuk menekan post power syndrom. “Ini inovasi BKD cukup bagus dan penting,” katanya.

Idrus juga mengatakan dalam kehidupan manusia, masa atau waktu adalah hal yang harus dihadapi. Bahkan dalam dunia kerja maupun saat berkarir setiap orang yang bekerja tentu akan menghadapi masa-masa keemasan yang bisa membawanya berada di puncak karir kesuksesan.

Namun, lanjut dia, seiring dengan berjalannya waktu masa keemasan itu baik cepat atau lambat dipastikan akan menurun. “Pada umumnya bagi sebagian orang yang akan memasuki masa pensiun akan menimbulkan kegelisahan dan keresahan tersendiri seperti kekhawatiran dan ketakutan kehilangan jabatan, kehilangan rutinitas dan kehilangan status,” katanya.

Menurut dia, itulah penyebab timbulnya post power syndrome yang memicu stres dan dapat mengakibatkan gangguan yang sangat fatal pada kesehatan. Makanya, ia berharap dengan adanya pelatihan dan pembekalan dengan mendatangkan beberapa narasumber bisa menjadi motivasi bagi para PNS agar bisa terus berkarya.

“Satu hal yang bisa dipastikan semua pegawai tentu berharap masa pensiun mereka bisa bahagia, banyak yang mengatakan jika meraih masa tua dengan bahagia cenderung sulit untuk bisa diwujudkan, namun itu itu pasti bisa diraih mereka,” ungkapnya.

Idrus menekankan pula jika pensiun adalah istilah kepegawaian saja. Sebab didalam kehidupan tidak ada istilah pensiun.

Karena itu, kata dia, perlu adanya persiapan dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi setelah pensiun. “Yang lebih penting adalah mental kita, jangan sampai ada memiliki pemikiran pesimis, dan merasa diri kita sudah tidak berguna lagi ataupun patah semangat,” tukasnya. @aji_dewa_roisky

loading...

0 komentar:

Posting Komentar