Senin, 08 Mei 2017

SDN 007 Pamak Terbakar

KARIMUN (HK)-Ruangan perpustakaan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 007 Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing terbakar, Senin (8/5) dinihari. Untung saja, ruangan perpustakaan itu terpisah dari ruangan belajar sehingga kebakaran itu tidak sampai menyebar ke ruangan kelas lainnya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun Bakri Hasyim ketika dikonfirmasi Senin (8/5) malam mengatakan, berdasarkan informasi yang diperolehnya, penyebab kebakaran itu diduga karena adanya konsleting arus pendek listrik. Saat ini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus tersebut.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, kemungkinan penyebab kebakaran itu karena konsleting arus pendek. Kami sudah membuat laopran kepada pihak kepolisian, dalam hal ini Polsek Tebing. Bagaimana proses selanjutnya, nanti kami serahkan kepada polisi untuk menyelidiki kebakaran ini," ungkap Bakri.

Kata Bakri, selain membuat laporan polisi, pihaknya juga sudah membuat laporan tertulis kepada Bupati Karimun Aunur Rafiq. Dalam laporan itu, pihaknya menyampaikan telah terjadi musibah kebakaran yang menimpa ruangan perpustakaan di SDN 007 Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing.

"Alhamdulillah, kami sudah membuat laporan kepada Pak Bupati. Beliau sudah menerima berita acara yang kami sampaikan. Pak Bupati menyebut akan segera membantu proses rehabilitasi ruangan yang terbakar tersebut. Namun, kapan proses rehabilitasi itu dilakukan, kami masih menunggu," jelasnya.

Menurut dia, pasca kebakaran yang terjadi, ruangan perpustakaan tersebut tidak bisa digunakan sama sekali. Pasalnya, kebakaran itu telah menghanguskan seisi ruangan, bahkan telah merusak bangunan fisik dari ruangan itu sendiri. Pihaknya menaksir, kerugian akibat kebakaran itu mencapai Rp140 juta.

"Ruangan perpusatakaan SDN 007 Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing itu merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui dana Block Grant sekitar tahun 2012 atau 2013 lalu. Asumsi anggaran yang digunakan untuk membangun ruangan itu dulunya sekitar Rp140 juta. Jadi, kerugian materilnya lebih dari Rp140 juta itu," ujarnya lagi.

Bakri Hasyim menyebut, berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, perpustakaan itu hanya berisi buku-buku pelajaran anak-anak. Sementara, dokumen penting sekolah semuanya berada di kantor guru dan kepala sekolah. Buku yang sudah hangus terbakar itu nantinya akan diganti lagi sesuai dengan anggaran yang ada.

Secara terpisah, Dedi salah seorang anggota Tagana Karimun, Dinas Sosial Kabupaten Karimun mengatakan, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 21.45 WIB. Kobaran api tiba-tiba muncul dari dalam perpustakaan. Hanya dalam hitungan menit, api langsung cepat membesar hingga menghanguskan seisi ruangan itu.

"Api tida-tiba saja muncul di ruang perpustakaan itu. Kemungkinan karena arus pendek. Hanya dalam hitungan menit, kobaran api langsung menghanguskan buku, meja serta rak buku yang ada didalam perpustakaan sekolah tersebut. Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan," pungkasnya. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar