Tampak salah satu jalan aspal di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo mengalami keretakan tanah. Foto: IstimewaLENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan terjadi retakan tanah di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Akibat retakan tanah ini sedikitnya 285 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Kami menerima informasi hari ini dari Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ponorogo dan Provinsi ada retakan baru di Desa Dayakan,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Kamis (6/4/2017).
Gus Ipul (sapaan akrabnya Wagub) menjelaskan kondisi retakan di bukit lebarnya teridentifikasi sepanjang satu meter dengan kedalaman 300 meter, sedangkan ketinggian bukit sendiri mencapai 300 meter.
Tampak dinding salah satu rumah warga mengalami keretakan. Foto: IstimewaAdanya kejadian alam ini membuat masyarakat terdampak yang jumlahnya 56 kepala keluarga dengan 285 jiwa harus mengungsi dengan alasan takut serta trauma. Terlebih, pada Minggu (2/4/2017) lalu telah terjadi bencana tanah longsor yang melanda Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang memporak-porandakan hampir seluruh bangunan dan rumah, serta hilangnya sejumlah warga yang hingga kini belum ditemukan.
“Apalagi belum lama ini terjadi longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Ponorogo,” imbuh mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal tersebut.
Tampak lantai (tanah) rumah salah satu warga mengalami keretakan. Foto: IstimewaKarena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat setempat tidak terlalu panik dan mematuhi petunjuk dari petugas serta perangkat desa.@sarifa
0 komentar:
Posting Komentar