Senin, 03 April 2017

Pidato kebangsaan, Anies Baswedan sampaikan Jakarta alami kemiskinan ekstrem

Pidato kebangsaan Anies Baswedan. (ISTIMEWA)

LENSAINDONESIA.COM: Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan Jakarta tengah berada dalam kemiskinan ekstrem.

Di awal pidatonya, Anies menjelaskan mengapa disebut pidato kebangsaan dan bertema persatuan Indonesia. Dikatakannya, meski yang akan dia bicarakan adalah masalah Jakarta, namun apa yang terjadi di Ibukota mempengaruhi Indonesia secara keseluruhan.

“Insya Allah kita selamatkan Jakarta, kita selamatkan Indonesia,” ujarnya, saat berpidato di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (3/4/2017) malam.

Anies mengatakan saat ini Jakarta tantangannya besar dan kompleks. “Saya pribadi merasakan ada fenomena ada yang harus diikhtiarkan, di Kampung Krukut itu padat sekali. Satu unit rumah ada 5 orang, 6 orang padat. Itu padat sekali, dan di ujung gangnya ada kamar mandi umum,” kata Anies.

Ia membandingkan dengan daerah lainnya yang miskin namun penuh kebersaman, udara bersih dan masih memiliki sumber daya alam. Sedangkan kemiskinan di Jakarta dihimpit kesempitan, polusi tinggi, tidak memiliki pekerjaan dan kemiskinan dengan kesepian.

“Itu beda sekali dengan di sini dengan kemiskinan yang penuh sesuatu yang ekstrem,” kata Anies.

Anies dengan pasangannya berjanji untuk berjuang mengatasi masalah tersebut. Anies menganggap semua dapat di atasi dengan kebersamaan. “Kami hadir dengan amanah yang besar. Berat kecil hanya perasaan, besar kecil ada ukurannya. Kami yakin dengan kebersamaan bisa diatasi,” katanya.

“Jadi, ketika kita berbicara tentang Jakarta, berbicara tentang keadilan, sesungguhnya keadilan itu bukan hanya diupayakan oleh pemerintah saja, tapi oleh seluruh warga Jakarta,” tegas Anies.

“Dengan bismillah insyallah amanah 19 April yang akan ditentukan DKI, jadi amanah bagi kita semua untuk persatuan kemajuan warga DKI,” tutup Anies.

Pidato itu dihadiri oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, pengusaha yang juga adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, Rhoma Irama, serta Hidayat Nur Wahid dan Ahmad Dhani.@licom

0 komentar:

Posting Komentar