BATAM (HK) -- Gustian Riau, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM PTSP) Kota Batam menegaskan ada tiga titik yang rawan buka tutup di Batam. Ketiga titik tersebut yakni Batuaji, Sagulung dan Nagoya.
"Selagi ada panti pijat atau disebut massage yang juga tak punya ijin akan tetap kita terbitkan," ujarnya Gustian Riau saat ikut membuka pelatihan Kewirausahaan di Fame hotel, Sagulung saat itu. Gustian Riau juga mengatakan, ada tiga lokasi atau titik yang rawan timbul tenggelam pengusaha panti pijat ini.
"Ada tiga titik yang rawan, yang juga timbul tenggelam pengusaha panti pijat. Yang pertama itu di daerah Batuaji, kemudian di daerah Sagulung dan selanjutnya di Nagoya sekitarnya. Tapi yang lebih parah itu adalah di daerah Batuaji sekitarnya," katanya lagi.
Oleh karena itu, pihaknya akan tetap pantau pergerakan para pengusaha yang dibantu pihak Kecamatan masing-masing untuk buat laporannya.
"Dalam hal ini sangat perlu pantauan pihak Kecamatan masing-masing untuk membantu pergerakan para pengusaha panti pijat ini. Oleh karena itu, kita tunggu laporan dari pihak Kecamatan bersangkutan," terangnya.
Dia juga menuturkan, setahunya tak begitu banyak data-data para pengusaha panti pijat dikota Batam. Akan tetapi faktanya dilapangan malah tetap bertambah banyak dikota Batam ini.
"Seingat saya bisa dihitung para pengusaha dan sudah memiliki ijin. Akan tetapi faktanya dilapangan malah bertambah banyak di kota Batam ini. Tapi intinya selagi tak ada perijiannya dan selagi ada laporan pihak Kecamatan kita langsung bertindak untuk melakukan penertiban," katanya sembari mementingkan peran media dilapangan.***
Share
0 komentar:
Posting Komentar