BATAM (HK) - Motor milik salah seorang guru honor di SD negeri di Kecamatan Batam Kota, mengaku sedih motor kesayangannya yang menemani ia bertugas mengajar sudah ditarik oleh dealer motor, karena dua bulan tidak membayar cicilan. Meski ia berat melepaskannya, namun harus bagaimana lagi ia terpaksa merelakannya.
"Gimana lagi mas (wartawan,red) dia datang kesekolah menjemput motor saya karena sudah dua bulan belum dibayar. Saya malu sekali sama teman," ujar Ikhsan salah seorang guru di SD negeri di Kecamatan Batam Kota dengan nada sedih.
Sudah tiga bulan Ikhsan tidak bergaji karena menunggu dana BOS belum cair. Malah selain motor yang ditarik, ia juga terancam diusir dari kontrakan rumahnya. Untung saja pihak kepala sekolah untuk membayar kontrakan rumah mau meminjamkan dengan potongan gaji bulan Januari 2017. "Kalau tidak ditolong kepala sekolah saya dan istri saya mau tidur diman, yang punya rumah sudah ngusir-ngusir," katanya.
Bulan hanya Ikhsan saja yang belum gaji, hampir semua guru honor di Batam belum terima gai rata-rata sudah tidak bulan. Namun ada juga gahi guru honor ditalangi dulu oleh uang kepala sekolah, namun hanya beberapa guru saja yang bisa dibantu, karena keterbatasan dana dimiliki kepala sekolah.
Saat Ikhsan mendengar kabar dana BOS akan cair, ia cukup girang. Namun hingga sekarang belum juga bisa dicairkan pihak sekolah karena harus menunggu dulu intruksi dari Walikota. "Gak tahu lah mas, kok bisa ya dana BOS itu terlambat terus. Sekolah juga gak ngerti saat ditanya," jelasnya.
Menurut salah seorang kepala sekolah SD bahwa pencairan dana BOS saat ini sangat ketat. Setiap kepala sekolah wajib menyerahkan laporan pertanggungjawaban (LPj) pemakaian dana BOS triwulan sebelumnya. Baru dana itu bisa dicairkan. Terkait informasi dana BOS sudah cair dia belum mengetahui secara rinci. Namun informasinya memang seperti itu bahwa dana itu sudah cair, namun masih harus melalui mekanisme lainnya lagi.
"Rumit kita disurih ini dan itu, malah katanya belanja kebutuhan sekolah saja sekarang harus melalui online segala. Ribet bikin pusing, mana hutang sekolah sudah numpuk dimana-mana," katanya sedikit ngedumel. (men)
Share
0 komentar:
Posting Komentar