Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim Saifullah Yusuf saat melakukan aksi membuat 45 lubang resapan biopori di sekitar Masjid Al-Akbar Surabaya. Foto: Sarifa-lensaindonesiaLENSAINDONESIA.COM: Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur Saifullah Yusuf melakukan sosialisasi aksi peduli lingkungan dengan cara membuat lubang resapan biopori. Aksi dilakukan di sekitar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dengan membuat sekitar 45 lubang resapan biopori.
Dipilihnya lokasi di sekitar Masjid Al-Akbar karena mudahnya air menggenang di sekitar lokasi ketika hujan deras dan terus-menerus. Disisi lain juga mengingatkan kepada masyarakat agar mulai menjaga lingkungan dengan cara sederhana membuat lubang resapan biopori.
Dijelaskan Gus Ipul (sapaan akrab Saifullah Yusuf) target pembuatan lubang resapan biopori akan bisa menjangkau sebanyak satu juta lubang yang diprakarsai oleh gerakan Praja Muda Karana (Pamuka) Jawa Timur. Fungsi dari lubang biopori sangat banyak, apabila dilakukan secara masif akan bermanfaat bagi Indonesia di masa mendatang.
“Pembuatan lubang biopori akan dilakukan oleh pengurus cabang Pramuka di seluruh kabupaten kota di Jatim. Targetnya pada tahun ini bisa ditanam hingga satu juta lubang biopori,” ujar Gus Ipul ditemui disela Rakerda Gerakan Pramuka Jawa Timur 2017 di Surabaya, Kamis (23/3/2017).
Pria yang juga Wagub Jatim ini melanjutkan banyak fungsi yang bisa didapat dengan adanya lubang biopori. Diantaranya mencegah terjadinya banjir, tempat menampung air, mengolah sampah organik yang kemudian bisa dijadian kompos dan juga meningkatkan air tanah.
“Lubang biopori adalah pengganti tanah yang ditutup oleh paving dan lahan yang dibuat perumahan. Kita ketahui satu sumur resapan setara dengan satu pohon. Jadi kalau ada 10 lubang resapan setara dengan satu pohon. Apabila dibuat satu juta lubang setara dengan tanam 100 ribu pohon. Inginnya di tahun mendatang bisa mencapai satu miliar lubang,” imbuh dia.
Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang ditujukan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya serapa air pada tanah.
Ditegaskan, Pramuka di Jatim terus berkomitmen ikut berkontribusi terhadap pembangunan di wilayahnya. Pramuka sebagai pendidikan non formal bisa memberikan penguatan terhadap pendidikan karakter serta keterampilan.
“Kita ingin Pramuka peduli terhadap problem-problem masyarakat di sekitarnya. Termasuk upaya membentuk Kampung Kelir yang telah diterapkan di beberapa wilayah dengan menyulap sebuah kampung agar tak terlihat kumuh yaitu dengan mengecat warna-warni di setiap rumah. Juga upaya pembuatan sumur resapan atau lubang resapan biopori untuk mengatasi banjir,” tukas Gus Ipul.
Sementara, Rakerda Kwarda Gerakan Pramuka Jatim kali ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Ada sejumlah hal yang dibaha, mulai dari laporan pencapaian Kwarda selama tahun sebelumnya, laporan kegiatan tahun sekarang serta merencanakan program-program tahun selanjutnya.@sarifa
0 komentar:
Posting Komentar