Calon Gubernur Anies Baswedan diserang brosur "lebay".Kampanye hitam itu, bahkan dihembuskan secara mencolok bukan cuma mengejek Anies “lebay”. Tapi, juga berisi kalimat-kalimat yang membuat mata merah bagi para pendukung Anies-Sandiaga Uno.
Dalam brosur bertajuk “Kenapa Pelajar Memilih Basuki-Djarot?” itu, menurut Relawan Anies-Sandi, Denny Iskandar, memuat beberapa poin yang menyudutkan jagoannya dengan pernyataan yang menyesatkan.
“Misalnya, Anies lebay dalam bersikap, Anies belum terbukti berani berantas korupsi, Anies menteri yang gagal, Anies belum buktikan kerja selama menjadi Mendikbud, dan karena didukung Habib Rizieq dan Rhoma Irama,” ujarnya di Jakarta, Kamis (23/3/2017).
Bagi politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini, poin-poin tersebut cenderung hoax dan tak berdasar, lantaran tidak didukung alasan yang kuat. Bahkan, cenderung sesat nalar.
“Kalau memang Pak Anies tak tegas dalam pemberantasan korupsi, kenapa mantan pimpinan KPK, seperti Pak Bambang Widjojanto dan Pak Adnan Pandu Praja, justru mendukung Pak Anies?” tanyanya.
“Kalau memang Pak Anies belum terbukti berani berantas korupsi, mengapa beliau justu pernah dipercaya menjabat ketua Komite Etik KPK,” imbuh Denny.
Menurut mantan tim sukses Joko Widodo (Jokowi)-Ahok pada Pilkada DKI 2012 itu, Anies justru lebih dari sekadar memberantas korupsi.
“Terobosan-terobosannya, khususnya ketika menjadi mendikbud, justru membabat kebiasaan-kebiasaan yang berpotensi menyebabkan korupsi. Beda dengan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, red), dia enggak menciptakan sistem,” jelasnya.
Karena, lanjut Denny, aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) itu, di era Ahok lah ada beberapa kasus dugaan korupsi mencuat. Sumber Waras, pembeliaan lahan Kedubes Inggris, buruknya pencatatan aset, dan pembelian lahan Rusun Cengkareng misalnya.
Terpisah, Anggota Bidang Advokasi dan Pengamanan Anies-Sandi, Amir Hamzah, menerangkan, pihaknya kini sedang mengusut kampanye hitam tersebut yang viral di media sosial dan jejaring perpesanan.
“Sementara, kami sedang mengumpulkan barang bukti dahulu. Setelahnya, baru kami laporkan ke Bawaslu DKI,” ungkap Amir Hamzah yang eks aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini. @dg
0 komentar:
Posting Komentar