Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan DKI Jakarta mendeklarasikan dukungan untuk Cagub- Cawagub Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di kantornya, Buaran, Jakarta Timur. (dok. Timses)LENSAINDONESIA.COM: Langkah Abraham Lunggana atau Haji Lulung yang mendeklarasikan dukungan pada pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di putaran Pilkada DKI Jakarta berbuntut. DPP PPP kubu Djan Faridz langsung mengeluarkan keputusan memecat Haji Lulung bersama sembilan orang lainnya.
Ketum PPP Djan Faridz mengatakan pemecatan Abraham Lunggana (Lulung). Djan mengatakan Lulung sudah melanggar AD/ART partai. Dia menegaskan hal ini berkaitan dengan keputusan DPP PPP yang mendukung paslon Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
“Mulai hari ini DPP secara resmi memecat haji Lulung berserta rombongannya di DPRD DKI,” kata Djan saat jumpa pers di Kantor PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017).
Menurutnya, Lulung sudah diberikan surat peringatan sampai tiga kali. Puncaknya ketika Lulung menyatakan dukungan pada pasangan calon Sandiaga Uno-Anies Baswedan.
Di putaran pertama,Lulung juga mbalelo dari keputusan partai dengan mendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.
“Nasibnya nggak masalah. Kita doain supaya dia masuk surga,” ujarnya.
Djan menegaskan bahwa dia masih tetap menjaga silaturahmi dengan Lulung. Namun demikan, secara politik, Lulung tetap secara resmi keluar dari kepengurusan PPP karena terang-terangan mendeklarasikan dukungannya terhadap Anies Baswedan-Sandiaga Uno.
Hari ini secara resmi PPP kubu Djan memecat Lulung dari partai. Selain Lulung, ada 9 kader PPP lainnya yang dipecat. Selain Lulung, ada nama Riano P Ahmad, Maman Firmansyah, Samsyuddin, Belly L, Nina Lubena, Nasrullah, Helmi, Madnur, dan Iwan Jayadi. Sedangkan yang ke kubu Romi adalah Madnur, Iwan, dan Helmi. @licom
0 komentar:
Posting Komentar