Selasa, 21 Maret 2017

Dispenda Kerjasama BPKP Tingkatkan Pajak

KARIMUN (HK)-Dinas Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karimun minta pendampingan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri untuk melakukan pendataan wajib pajak (WP) di Karimun. Pendampingan itu dilakukan untuk meningkatkan potensi pajak sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD) Karimun. "Kami bekerjasama dengan BPKP Kepri untuk meminta pendampingan. Petugas kami langsung turun ke wajib pajak seperti ke hotel, restoran dan kedai kopi. Mungkin ada potensi pajak yang harus ditingkatkan. Proses pendampingan ini sudah berjalan sekitar 10 hari," ungkap Kadispenda Karimun, Kamarulazi di ruang kerjanya, Selasa (21/3).

Kata Kamarulazi, setelah adanya dilakukannya pendampingan oleh BPKP, maka sudah banyak perubahan yang terjadi, sepertinya terjadinya peningkatan jumlah wajib pajak yang akan menyetor pajaknya ke kas daerah. Meski pelaksanannya nanti belum diketahui, namun saat petugas turun mereka sudah memberikan pernyataan.

Dikatakan, proses pendampingan oleh BPKP tersebut memang sudah biasa dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di Indonesia. Kendati begitu, pihaknya tetap meminta agar dilakukan pendampingan oleh BPKP karena yang lebih memahami soal pendataan itu adalah BPKP.

"Kalau pendataan itu memang perlu dilakukan setiap tahun, karena terus terjadi perubahan. Makanya, dengan adanya perubahan itu tentu saja diharapkan terjadinya peningkatan pendapatan. Kami sengaja meminta BPKP untuk mendampingi, karena mereka lebih paham dan petugas juga akan menjadi kuat," tuturnya.

Selain adanya pendampingan oleh BPKP Kepri, kata Kamarulazi, peningkatan PAD dari sektor pajak juga terjadi karena adanya penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), yang terjadi karena meningkatnya pembangunan di suatu daerah, khususnya pemerataan akses jalan di Karimun.

"Beberapa tahun terkahir terjadi penyesuaian NJOP. Misalnya, kalau dulu jalan di Sungai Raya NJOP nya masih rendah. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, disana sudah banyak berdiri ruko-ruko dan akses jalan yang sudah bagus, sehingga NJOP juga sudah semakin meningkat," jelas Kamarulazi.

Kamarulazi meminta kepada wajib pajak agar meningkatkan kesadaran mereka dalam menunaikan kewajiban mereka. Dia meminta agar perbandingan wajib pajak dengan setoran pajak tidak terlalu jauh. Kalau memang banyak terjadinya perubahan, maka tentu juga terjadinya kehilangan potensi pajak.

"Sebenarnya, kami mengharapkan wajib pajak itu menghitung sendiri penghasilan mereka. Kami hanya meminta yang wajarlah. Jangan terjadi restoran yang ramai sama jumlah setorannya dengan restoran yang sepi, kan lucu namanya. Maka dari itu, kami minta kesadaran wajib pajak itu sendiri," pungkasnya. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar