Eva Kusuma Sundari, Ketua Timses Ahok-Djarot bertekaat menyentuh pemilih dengan hati. @foto:istimewaLENSAINDONESIA.COM: Juru bicara tim pemenangan atau Tim sukses (Timses) Ahok- Djarot, Eva Kusuma Sundari mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kecurangan dan itimidasi dalam kampanye dan proses perhitungan suara di Pilgub DKI putaran kedua, 19 April mendatang.
Eva yang juga Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini, menjelaskan,
soal adanya spanduk-spanduk provokatif, intimidasi oleh pendukung dari lawan, pihaknya akan menyerahkan semuanya kepada penegak hukum.
“Kalau soal spanduk- spanduk provokatif? Intimidasi oleh pendukung sebelah? Teror terhadap mayat? Atau, ancaman tamasya Almaidah? Kita serahkan ke penegak hukum, termasuk Pemkot DKI,” kata Eva kepada LICOM, Kamis (30/3/2017).
Politisi PDI Perjuangan asal Nganjuk, Jawa Timur ini mengaku, timsesnya terus bekerja
keras untuk mengorganisasi dan kampanye ‘door to door’. Pihaknya di lapangan meyakini
intimidasi dan kecurangan bukan strategi.
Tapi, kata Eva, terkait dugaan bakal terjadi kecurangan dalam pemungutan suara di tempat
pemungutan suara (TPS), pihaknya sudah antisipasi akan memperkuat saksi di setiap TPS.
“Kita perkuat saksi dalam dan luar di TPS- TPS dan pengawalan perhitungan, bukan pengerahan jawara-jawara untuk menakut-nakuti pemilih,” kata Anggota Komisi XI membidangi masalah Ekonomi Keuangan, dan Perbankan ini.
Dia menambahkan bahwa, Pilgub DKI putaran kedua diharapkan akan berjalan langsung, umum, bebas, rahasia (Luber).
“Pada prinsip Luber, kita proteksi dengan menjaga suasana (Pilkada) untuk kebebasan dan
perdamaian,” tegas Eva. @agus_irawan
0 komentar:
Posting Komentar