Senin, 20 Februari 2017

Jatim Mart di Singapura tak jalan, Pemprov bakal lakukan evaluasi

Foto: Kepala Disperindag Jatim Moch Ardi Prasetyawan. Foto: Sarifa-lensaindonesia

LENSAINDONESIA.COM: Pemprov Jatim mengakui keberadaan Jatim Mart di Singapura sebagai etalase produk-produk dari para pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Jatim kurang maksimal alias tak jalan.

Untuk itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim bakal melakukan langkah evaluasi terkait keberadaan Jatim Mart. Kadisperindag Jatim Moch Ardi Prasetyawan menyebut kontribusi yang dihasilkan lewat Jatim Mart belum maksimal.

Namun pihaknya mengaku wajar karena hal itu baru awal. Padahal dilihat dari sisi perdagangan, Jatim Mart memiliki tempat yang bagus.

“Mungkin karena masih pertama, akhirnya tidak bisa maksimal. Kami akan komunikasikan ke gubernur dulu, seperti apa kebijakannya,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Ardi Prasetyawan pada LICOM, Senin (20/2/2017).

Pemprov berencana memindahkan gerai Jatim Mart ke tempat lain. Saat ini telah dilakukan penjajakan di KBRI Singapura, karena di tempat itu disediakan gerai seperti promotion centre produk Indonesia. Tapi ini masih dikaji karena harus bergantian dengan daerah lain.

Pihaknya akan mengevaluasi keberadaan Jatim Mart di Singapura. Hal ini dipicu manfaat dari program ini yang belum juga dirasakan, padahal sudah berjalan hampir setahun.

“Transaksi terakhir masih kecil. Ini sedang dilakukan evaluasi terhadap manfaat Jatim Mart. Bisa juga dilakukan re-arangement lagi terhadap konsep ini,” ujarnya.

Kontrak tempat Jatim Mart ini masih tersisa sekitar 6-7 bulan sehingga masih bisa dievaluasi dan pindah tempat.

Untuk diketahui, Jatim mart saat ini berada di Big Box Building, pusat perbelanjaan di Singapura. Rencananya menjadi tempat promosi dan pasar bagi UMKM asal Jatim untuk menjual produk-produknya.

Big Box building ini terletak di kawasan Jurong East, Singapura. Lokasinya juga mudah dijangkau masyarakat yang tiba di Bandara Changi, bisa menggunakan moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT).

Sementara itu, Jatim Mart diproyeksikan menjadi wadah pemasaran produk-produk UMKM dari Jawa Timur untuk menembus pasar internasional.

Konsep Jatim Mart dinilai sebagai wujud konsep Jatimnomic. Pemprov menggandeng sebuah perusahaan di bidang jasa layanan terpadu asal Singapura, South East Asia Business Centre (SBC).

SBC akan menyediakan ruang untuk display produk-produk UMKM dari Jawa Timur di Big Box, salah satu pusat perbelanjaan di Singapura yang terletak di kawasan Jurong East. Selain itu, juga menyediakan sales marketing, serta mengurus dan mencari buyer internasional, bukan hanya dari negeri Singapura saja, tapi juga pembeli dari berbagai negara lainnya dari kawasan Asia, Afrika, Eropa hingga Timur Tengah.@sarifa

0 komentar:

Posting Komentar