Rabu, 08 Februari 2017

Hoax merajalela, Indonesia darurat informasi

Direktur Adil Indonesia Institute, Doni Harsiva Yandra. Foto: Yuanto-lensaindonesia.com

LENSAINDONESIA.COM: Direktur Adil Indonesia Institute, Doni Harsiva Yandra menilai saat ini tengah terjadi darurat informasi. Dimana informasi atau berita bohong (hoax) menyebar secara luas di media sosial (medsos).

Darurat informasi ini terjadi akibat medsos digunakan untuk kepentingan tertentu untuk menebar hasutan, ujaran kebencian hingga pada fitnah.

Menurut Doni, fenomena ini sangat meresahkan masyarakat, karena informasi hoax tak mendidik dan justru berdampak negatif serta berpotensi timbulnya konflik horizontal.

“Indonesia sudah darurat informasi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (08/02/2017)

Doni mengatakan, perkembangan informasi dan teknologi (IT) yang begitu pesat, juga seiring dengan kecepatan informasi di dunia maya. Jika hoax dibiarkan terus, ini justru bisa berpotensi pada perpecahan.

“Hari ini siapa saja bisa menyebar dan mengakses, karena tak ada filter mana informasi yang benar atau bohong di media sosial,” terang Doni yang juga sebagai Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini.

“Dampaknya sudah terlihat, kita disugui hoax, kalau tidak lahir kesadaran khususnya para elit justru berpotensi terjadi konflik di tingkat bawah,” imbuhnya.

Selain itu, Ia berharap agar pemerintah mempunyai cara jitu untuk mengatasi hoax.

“Kalau pun kemudian pemerintah diminta turun tangan juga harus hati hati. Dan, jangan sampai memberangus kekebasan pers, tetapi ini (hoax) harus diatasi,” jelasnya.

“Negara harus menghimbau untuk mengurangi hoax, dan stakeholder masyarakat juga harus ada edukasi, sehingga penggunaan medsos dilakukan secara bijak dan baik untuk bangsa,” tambah Doni.@yuanto

loading...

0 komentar:

Posting Komentar