Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Gerindra, Desmond J Mahesa. Foto: IstimewaLENSAINDONESIA.COM: Politisi Partai Gerindra, Desmond J Mahesa menilai situasi di Indonesia belakangan gaduh tanpa akhir. Permasalahan satu belum rampung, muncul persoalan baru. Ironisnya, pembuat kegaduhan disebabkan satu orang.
Desmond menyebut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai sumber kegaduhan itu. Menurutnya, gara-gara ucapannya yang serampangan, Ahok mesti berurusan dengan polisi. Bahkan kini harus duduk di kursi pesakitan di meja hijau.
“Saya melihatnya, yah bener Mbak Mega (Megawati Soekarnoputri), mulut Ahok diselotip saja. Yang jadi soal hari ini kan, Ahok yang gaduh kok pendiri negara yang datang ke Kyai. Karena Ahok yang minta, atau bosnya Ahok yang nyuruh orang-orang itu,” seloroh Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu di Gedung, Kamis (02/02/2017).
Pernyataan Desmond tersebut mengkomentari keputusan Ahok yang akhirnya meminta maaf kepada Ketua MUI KH Ma’fur Amin melalui keterangan tertulis setelah menuding macam-macam dalam persidangan kasus penistaan agama.
Namun Ahok tidak menyambangi kediaman Ma’ruf. Justru yang mewakilinya adalah Menkomaritim Luhut Binsar Panjaitan, Kapolda Irjen M Iriawan, serta Pandam Jaya Mayjen Teddy Lahaksamana menemui Ma’ruf Amin.
“Ini kan yang datang, Kapolda, pak Luhut, itu kan orang-orang terhormat yang datang ke Kyai Amin. Ini inisiatif atau diperintah? Kok persoalan Ahok jadu hal yang luar biasa. Kenapa kesannya jadi jelek? Kenapa kesannya penguasa terlibat melindungi ahok dengan datangnya petinggi negara ke Kyai amin,” pungkasnya.@dg
0 komentar:
Posting Komentar