Sabtu, 14 Januari 2017

Melihat potensi Madura menjadi Provinsi dengan konsep kemaritiman.

Anggota Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam saat berdiskusi di kantor Lensaindonesia.com

LENSAINDONESIA.COM: Wacana pemekaran wilayah Madura menjadi provinsi semakin mengemuka melihat potensi sumber energi yang dimiliki daerah berjuluk pulau garam ini. Anggota Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam mengatakan pulau Madura harus bisa menjadi wilayah mandiri dengan konsep kemaritiman yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

“Seharusnya Madura bisa saja menjadi provinsi karena memang sudah waktunya. Selain memiliki sumber energi cukup melimpah, kekayaan alam terutama dari hasil laut cukup bisa diandalkan. Diantaranya perikanan dan garam,” kata politisi yang juga menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu Daerah Pemilihan Jawa III DPP Partai Golkar, ketika diskusi mingguan di kantor Lensaindonesia.com, Sabtu (14/01/2017).

Alumni Teknik Perkapalan, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya ini menyebutkan wilayah Madura memiliki seratus lebih titik sumber daya alam berupa kekayaan alam minyak bumi yang belum di eksplorasi. Anehnya, saat ini pulau yang dalam sejaran sempat menjadi negara saat pemerintahan negara Indonesia berbentuk RIS (Republik Indonesia ini kurang mendapat perhatian pemerintah sehingga menjadi wilayah tertinggal.

“Secara histori, Madura saat Indonesia masih berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS), berstatus negara bagian, jadi saat Indonesia berubah republik, harusnya layak berstatus provinsi. Kalau tidak sekarang maka akan terus menjadi wilayah tertinggal dan kurang perhatian,” kata pria yang akrab disapa Totok ini.

Untuk dapat berpisah dari Jawa Timur, sesuai dengan Pasal 35 UU 23 tahun 2014 tentang Pemekaran Wilayah, syaratnya harus memiliki minimal lima wilayah setingkat kabupaten/kota. Langkah strategis lainya adalah mengajukan yudisial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) karena hanya memilik empat wilayah saja diantaranya Bangkalan, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan.

“Proses pengajuan (Yudisial review ke MK) sudah diajukan oleh masyarakat. Makanya kita mendorong kepada empat Bupati untuk menindaklanjuti langkah ini,” cetusnya.

Lebih detail, Ridwan Hisjam menjelaskan bahwa saat ini banyak sumber daya manusia dari Madura yang sudah mumpuni dan siap memajukan daerahnya. Karena itu pihaknya memprediksi dengan konsep provinsi kemaritiman, Madura bisa menjadi darah yang kaya dengan potensi kekayaan alam dan sumber energi.

“Jangan heran jika sejak dulu Belanda sudah mendirikan perusahaan besar di Madura yaitu PN Garam dan Tekstil berskala nasional. Dengan menjadi provinsi  Madura berpotensi menjadi pusat perdagangan dan bisnis kemaritiman seperti Singapura dan memiliki sumber energi minyak bumi melimpah,” ungkapnya.

Ridwan Hisjam mengatakan jika konsep ini berjalan maka orang Madura tidak perlu dikatakan banyak mencari nafkah ke luar daerah karena wilayahnya sudah kaya dan makmur. “Coba dari dulu sudah menjadi provinsi, gak perlu orang Madura sampai keluar daerah untuk mencari penghasilah karena memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah,” tambah Ridwan hisjam.@wan

loading...

0 komentar:

Posting Komentar