Senin, 23 Januari 2017

Kemenag Kepri Serap 92,27 Persen Anggaran

Batam (HK)- Kementerian Agama (Kemenag) wilayah Provinsi Kepulauan Riau mencatat realisasi anggaran sebesar 92,7 persen dari total pagu yang disiapkan pemerintah pada APBN 2016, atau sebanyak Rp227.059.290.702.
Kepala Kantor Kemenag Kepri, Marwin Jamal di Batam, Senin menyatakan realisasi anggaran 2016 melebihi target sebelumnya, yaitu hanya 90 persen.

Ia mengatakan kerja sama yang baik antar pegawai mampu meningkatkan kinerja keuangan Kemenag Kepri, hingga realisasinya relatif besar ketimbang instansi lainnya. "Saya pada awalnya menargetkan realisasi anggaran 90 persen namun bisa 92,27 persen, melebihi target yang kita rencanakan,"katanya seperti dikutip AntaraKepri.com, kemarin.

Di tingkat nasional, Kemenag juga tertinggi dari seluruh K/L. Disusul pada urutan berikutnya, Polri, Kemenkeu, Kemendiknas, Kemenkes, Kemenhan, Kemenriset Dikti, Kemen-PU Pera, Kementan, Kemenhub, dan Kemensos. Ini pengaruh realisasi semua satker yang ada di bawah, kata dia.

Marwin mengakui, masih terdapat kendala dalam anggaran 2016, di antaranya pagu minus pada belanja pegawai, realisasi belanja modal di bawah 60 persen, realisasi belanja barang dan bantuan sosial yang masih rendah.

Ia berharap, realisasi anggaran 2017 mampu melampaui prestasi 2016, dengan berbagai perbaikan dan strategi yang sudah dirancang, di antaranya melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Subbag Perencanaan dan Keuangan dan konsisten dalam menerapkan RDP.

Kemudian, strategi selanjutnya, Kemenag akan segera melakukan telaah DIPA sehingga penyerapan anggaran dapat maksimal, melakukan revisi untuk menyelesaikan pagu minus dan mencari jalan keluar untuk anggaran yang tidak bisa direalisasikan dan melakukan pencairan anggaran dan pelaporan.

"Untuk itu polanya kami ubah. Tahun 2017 kami akan memulai pelaksanaan anggaran sejak awal tahun. Manfaatkan waktu dengan maksimal. Buat target per triwulan sehingga hasilnya lebih kelihatan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Marwin juga mengajak seluruh pimpinan satuan kerja memanfaatkan teknologi untuk memperlancar pekerjaan. "Misalnya untuk koordinasi dan komunikasi soal pekerjaan, jadi lebih mudah dan cepat," ujar Marwin.(sfn)

Share

0 komentar:

Posting Komentar