Soekarwo (Pakde Karwo) yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Jatim didampingi istrinya Nina Kirana (Bude Karwo) yang sama-sama memakai seragam Partai Demokrat saat acara Pelantikan Pengurus DPD Demokrat Jatim beberapa waktu lalu. Foto: Sarifa-lensaindonesia LENSAINDONESIA.COM: Munculnya kabar Nina Kirana Soekarwo (Bude Karwo) istri Gubernur Jatim Soekarwo diisukan bakal ikut meramaikan bursa calon gubernur dan calon wakil gubernur pada perhelatan pemilihan Gubernur Jatim tahun 2018, ditepis oleh orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim.
“Saya tidak melarang hak istri saya, tapi kebetulan kami berdua sama-sama ingin ngurusi cucu setelah pensiun nanti,” terang Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (25/1/2016).
Diakui Pakde Karwo, pasca munculnya kabar jika istrinya digadang-gadang akan maju mencalonkan di Pilgub Jatim mendatang, dia protes secara halus pada dirinya melalui cucu dari anak pertama yaitu Ferdian Timur Satria Graha.
“Setelah ini (pensiun) kan pindah, mau ikut siapa? Ikut akung (kakek) saja. Ini adalah bentuk protes secara halus dari istri saya melalui cucu,” kelakar Pakde Karwo.
Sebelumnya, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura, Mochtar W Utomo mengatakan bahwa sosok Nina Kirana (Bude Karwo) dinilai layak meramaikan bursa Pilgub Jatim mendatang.
Alasannya, istri Gubernur Jatim Soekarwo itu yang juga menjabat Ketua Dekranasda Jatim dan Ketua Tim penggerak PKK Jatim memiliki pendukung yang solid dan kongkrit.
“Gubernur Jatim Soekarwo berhasil memimpin Jatim selama dua periode dan ini saya kira kalau penerusnya Nina Soekarwo layak menggantikannya. Kalau terpilih sebagai gubernur, tentunya akan mendapat bimbingan dari Soekarwo. Bude Karwo juga kader Demokrat Jatim sehingga layak diajukan ke DPP untuk disurvei sebagai kandidat Cagub dan Cawagub Jatim,” ujar Mochtar.
Dia juga optimis, tingkat populaitas dan elektabilitas Bude Karwo cukup tinggi karena dia termasuk tokoh perempuan Jatim yang bisa diterima semua golongan. “Selama ini tidak ada berita di media yang memberitakan miring, apalagi ditolak masyarakat,” dalih Mochtar.
Terpisah, Ketua DPW PAN Jatim Masfuk juga menilai sosok Nina Soekarwo pantas masuk dalam bursa Pilgub Jatim mendatang. Terlebih, Demokrat dan PAN punya hubungan baik saat mengusung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) di Pilgub 2008 dan 2013.
“Kalau hasil surveinya bagus, tidak menutup kemungkinan Bude Karwo memang layak diusung berpasangan dengan kader PAN,” pungkas mantan Bupati Lamongan ini.@sarifa
0 komentar:
Posting Komentar