Selasa, 31 Januari 2017

Bangga dengan MT Pasaman

peluncuran mt pasaman pt mos Karimun (HK)- PT Pertamina (Persero) mengaku bangga karena satu dari delapan unit tanker dengan bobot mati 17.500 LTDW yang dipesan di Indonesia akhirnya sudah dapat diluncurkan. Kapal tersebut adalah MT Pasaman yang dibangun oleh PT Multi Ocean Shipyard (PT MOS).

Tanker tersebut diluncurkan, Selasa (31/1) di galangan PT MOS di Desa Pangke, Kecamatan Meral Barat. MT Pasaman merupakan datu dari lima unit kapal sejenis (sister ship) yang dipesan PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Shipping. Tanker tersebut dipesan dari industri galangan kapal nasional, yakni PT PAL (Persero) sebanyak 2 unit, PT Anggrek Hitam 2 unit, PT Multi Ocean Shipyard 1 unit, dan 5 unit sisanya dikerjakan oleh perusahaan luar negeri.

Ukuran utama kapal adalah panjang 157,50 meter, lebar 27,70 meter dan tinggi 12 meter. Pengerjaan pembangunan satu kapal ini menyerap ratusan tenaga kerja putera-puteri Indonesia, khususnya Kabupaten Karimun.

Vice President Onfleet PT Pertamina (Persero) I Putu Benedin mengakui kualitas produk kapal yang dibangun galangan nasional tidak kalah dengan luar negeri seperti Jepang, Korea Selatan dan Cina. "Kami tahu persis kualitasnya, yang masih kalah hanya mundurnya saja," ujar I Putu Benedin dalam sambutannya.

Dia menegaskan, peluncuran kapal ini menandai besarnya pengorbanan Pertamina terhadap bangsa ini. Apalagi ini adalah satu dari delapan kapal sejenis yang dipesan Pertamina kepada galangan swasta dalam negeri.

"Ada delapan kapal yang sama persis yang kami bangun pada galangan dalam negeri. Ini adalah kapal tanker terbesar pertama  Pertamina yang dibangun oleh galangan swasta nasional. Dan ternyata bisa, ini luar biasa," tegasnya.

Untuk diketahui, Pertamina  bersama para mitra dalam negerinya saat ini dalam proses penuntasan delapan proyek kapal tanker tipe GP dengan bobot mati 17.500 DWT bernilai total sekitar US$200 juta.

Kedelapan proyek tersebut meliputi MT Parigi dan MT Pattimura oleh PT Angrek Hitam Shipyard, MT Panderman, MT Papandayan, dan MT Putri oleh PT Daya Radar Utama, serta MT Pasaman, MT Panjang, dan MT Pangrango oleh PT Multi Ocean Shipyard.

I Putu Benedin mengatakan,  PT Pertamina menyatakan ingin berkomitmen terus memberdayakan industri galangan kapal nasional berikut pendukungnya melalui pemesanan kapal tanker dari galangan dalam negeri. I Putu mengatakan pihaknya selalu memberikan tantangan kepada industri dalam negeri, baik dalam hal besaran kapal maupun standar kapal.

"Kami berkeinginan memberdayakan industri galangan kapal nasional dengan memberikan berbagai tantangan, tujuannya galangan kapal nasional harus bisa membangun kapal berstandar Internasional yang dapat diterima berlayar ke negara manapun di dunia," katanya.

Selain itu, lanjut dia, kapal tanker Pertamina juga dituntut untuk ramah lingkungan dengan tingkat keamanan (safety) yang tinggi dan taat terhadap ketentuan-ketentuan Internasional lainnya.

Sementara, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengaku sangat bangga ketika sebuah perusahaan galangan kapal di Karimun bisa bersaing di pemerintah pusat untuk mendapatkan proyek tersebut. Karena selama ini diketahui cukup banyak perusahaan galangan kapal yang lebih lama berdiri seperti di Batam.

“Yang lebih membanggakan lagi  MT Pasaman dikerjakan tenaga kerja lokal anak-anak Karimun. MT Pasaman merupakan hasil karya terampil putra Karimun,” ucap  Aunur Rafiq dalam sambutannya.

Hal yang sama disampaikan oleh Hartono Utomo dari PT Multi Ocean Shipyard. Ia mengaku berbangga hati ketika diberikan kepercayaan oleh PT Pertamina mengerjakan pembuatan  MT Pasaman.  

"Kami sangat mengapresiasi Pertamina yang berani memberikan order kepada galangan nasional. Semula kami hanya memproduksi kapal-kapal konvensional dan tidak hightech, dengan supervisi Pertamina yang telah berpengalaman membangun kapal di luar negeri, sekarang kami mampu dengan proses modern dan alat otomatis.,” ucap Hartono.

Ia juga menyampaikan, sebelumnya PT MOS dipercaya oleh Kementerian Perhubungan membuat dua unit Kapal Navigasi kelas I dengan nilai anggaran Rp247.433.761.696. Kapal yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) itu memiliki panjang 60 meter dengan lebar 12 meter dan tinggi 4,7 Meter milik Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
“Di samping itu saat ini galangan kapal kami juga sedang mengerjakan pembangunan beberapa kapal. Kapal yang dibangun mencakup kapal tanker, kapal navigasi, dan kapal perintis,” ujar Hartono.

Seremoni peluncuran kapal MT Pasaman juga dihadiri oleh Mamoru Matsuo,  Country Manajer ClassNK Nippon Kaiji Kyokai sebagai pihak yang ditunjuk memastikan kualitas kapal. Juga hadir Kapolres Karimun AKBP Armaini, Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun, Letkol (Mar) Eko Priyo Handoyo, dan undangan. (hhp)

Share

0 komentar:

Posting Komentar