Kamis, 15 Desember 2016

Pesan Khusus Buwas untuk Nixon Manurung

Sertijab Kepala BNN Provinsi Kepri

BATAM (HK) - Kombes Pol Drs Nixon Manurung MAP ditunjuk sebagai Kepala Badan Narkotik Nasional (BNN) Provinsi Kepri menggantikan Kombes Pol Drs Benny Setiawan. Acara serah-terima jabatan dilakukan di Hotel Harmoni One, Batam Centre, Rabu (14/12) malam.
Dalam sambutan pertamanya, Kepala BNN Provinsi Kepri yang baru Kombes Pol Nixon Manurung mengatakan bahwa sebelum berangkat ke Provinsi Kepri, ia mendapat pesan khusus dari Kepala BNN Indonesia Komjen Budi Waseso (Buwas).

"Sebelum berangkat ke Kepri, saya dapat pesan khusus dari pak Buwas," ungkap Nixon Manurung di hadapan tamu undangan acara Sertijab.

Diantara yang disampaikan, lanjutnya, Kepri memiliki wilayah yang luas dan pintu masuk yang sangat banyak sebagai akses atas peredaran narkotika. Karenanya saya diingatkan untuk bersinergi dengan semua pihak guna kesuksesan tugas.

"Tanpa dukungan dari semua pihak dan masyarakat, tentu kami tak akan bisa berbuat banyak. Saat ini, sudah banyak sekali modus modus penyelundupan narkoba untuk dibawa masuk ke Indonesia. Makanya Pak Buwas perintahkan saya, sikat semua peredaran narkotika di Kepri, serta sapu bersih pelabuhan pelabuhan tikus di Kepri sebagai akses pintu masuk dari barang haram itu," ujar Nixon Manurung.

Kata Nikson, berdasarkan hasil penangkapan serta pengungkapan narkotika selama ini, narkoba berasal dari daratan China. Sebab, kehadiran narkoba itu memang sudah ada dalam sejarah negeri China, sehingga susah untuk diberantas.

"Pemberantasan mafia dan penggunaan narkotika menjadi tugas kita semua, mari selamatkan warga dan generasi kita, dan memberantas peredaran gelap narkoba di Batam khususnya dan Kepri umumnya," imbaunya.

Dalam sambutannya, mantan perwira yang pernah bertugas di Bareskrim itu juga memberikan ultimatum kepada para pelaku penyalahgunaan narkotika, untuk tidak lagi bermain-main dengan barang haram perusak generasi itu.

Sementara itu, Kombes Pol Drs Benny Setiawan selaku pejabat lama mengatakan, bahwa cukup banyak kesan dan kenangan yang sudah didapatkannya selama mengemban tugas di Kepri. Sehingga menjadi sebuah pembelajaran, dan pengalaman yang sangat berhaga baginya serta keluarga.

"Saat awal saya datang ke Kepri ini, saya sudah dipesankan dengan pejabat sebelumnya bahwa wilayah Kepri merupakan wilayah yang sangat rawan atas aksi penyeludupan narkotika. Dihadapkan lagi dengan dukungan sarana yang serba minim. Sehingga itu jadi tantangan bagi kami," kata Benny.

Namun, ungkap Benny, yang namanya tugas sudah di pundak tentulah semua harus bisa dijalankan dengan baik dan semaksimal mungkin. Sebab, kegiatan BNNP harus bisa menurunkan angka penggunaan narkoba seminim mungkin.

"Waktu itu, semua sarana dan pasilitas terbatas. Mulai dari tenaga personel yang terbatas, sarana dan prasarana dan anggaran yang minim. Sedangkan beban tugasnya terbilang sangat berat," ungkapnya. Alhamdulillah, imbuh Benny, seiring dengan berjalan waktu tantangan itu dapat dijalaninya dengan baik. Hal itu tentu tidak terlepas dari peran serta dukungan semua pihak pihak terkait.

"Kami ucapkan terimakasih pada pemprov Kepri. Yang telah membantu kami dari personel maupun bantuan lewat hibah. Sehingga semua sarana maupun prasarana BNN Kepri ini, terus berkembang dari tahun ke tahun. Begitu juga pada instansi vertikal lainnya, yang sudah membantu program-program kerja BNNP Kepri, dalam upaya meminimalisir angka pengguna narkotika di Kepri, ini, termasuk peran masyarakatnya," paparnya.

Diakhir sambutannya, Benny mohon maaf sebesar-besarnya bilama selama menjalankan tugas belum mampu memberikan yang hal terbaik pada masyarakat, dan mohon restu berangkat untuk bertugas ke tempat yang baru sebagai kepala BNNP di Bengkulu. (vnr)

Share

0 komentar:

Posting Komentar