BATAM (HK) - Sebanyak 300 orang pengemudi Gojek Batam ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan cabang Batam Sekupang, setelah melakukan sosialisasi tentang pentingnya pekerja informal untuk lebih peduli terhadap resiko kecelakaan kerja.
Kepala cabang BPJS Ketenagakerjaan Batam Sekupang, Mangasi Formin mengatakan, acara kali ini merupakan penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada 300 pengemudi Gojek Batam, selain juga memberikan sosialisasi dan edukasi tentang program jaminan sosial.
"Perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada pengemudi Gojek bertujuan untuk mengantisipasi resiko kecelakaan yang mungkin terjadi, terutama profesi ini mempunyai tingkat resiko tinggi," ujarnya ketika dilakukan wawancara setelah selesai penyerahan kepesertaan di Asrama Haji, Rabu (14/12).
Dikatakan Mangasi, jaminan sosial tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, namun sesuai UU nomor 24 tahun 2001 telah dijabarkan bahwa setiap pekerja baik itu formal ataupun informal wajib diberikan jaminan sosial dan dilindungi.
"Dengan masuknya pengemudi Gojek sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan mampu mendorong pekerja informal lainnya untuk sadar terhadap resiko kerja dan ikut menjadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan agar terlindungi," jelasnya.
Untuk program yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada pengemudi Gojek, lanjut Mangasi sementara ini ada dua, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKN), namun tidak tertutup kemungkinan akan bertambah satu program lagi.
Manfaatnya, apabila terjadi kecelakaan tidak lagi harus mengeluarkan banyak biaya untuk berobat di rumah sakit, karena semua biaya perawatan akan ditanggung hingga sembuh oleh BPJS Ketenagakerjaan, dalam artian kejadian terjadi ketika sedang bekerja.
Mangasi menambahkan, jika pekerja meninggal karena kecelakaan kerja maka ahli waris akan mendapat santunan 48 kali upah yang dilaporkan, sementara santunan Rp24 juta untuk meninggal karena bukan kecelakaan kerja (meninggal biasa). Intinya sesuai dengan take line BPJS Ketenagakerjaan yakni jembatan menuju kesejahteraan pekerja.
" Kita juga dorong para pengemudi untuk ikut program JHT (Jaminan Hari Tua) agar mereka mempunyai tabungan kelak, setelah tidak mampu lagi bekerja mereka bisa mencairkan," tandasnya.
Sementara itu City head Gojek Batam, Daniel Sitohang menyebutkan setelah disampaikan kepada pengemudi tentang pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mereka sangat antusias karena jaminan keselamatannya terlindungi.
"Saya sampaikan kepada mereka tentang BPJS Ketenagakerjaan setelah dilakukan sosialisasi, mereka sangat berminat," ucapnya. (cw56)
Share
0 komentar:
Posting Komentar