Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono marah.LENSAINDONESIA.COM: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono nampak ekspresi dan nada bicaranya geram dan terkesan marah atau ‘ngamuk’ ketika menggelar jumpa pers terkait tudingan terhadap dirinya yang dianggapnya fitnah. SBY membantah keras dituding memiliki kekayaan Rp9 triliun juga tudngan berada di balik rencana demo besar-besaranan 4 November mendatang.
“Naudzubillahimindzalik. Sembilan triliun, kalau benar kakayaan ini mestinya saya sudah masuk dalam Kalau benar, harusnya saya masuk daftar 150 orang terkaya di Indonesia versi Blue Asia,” tegas Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono di depan wartawan, di kediamannya, Puri Cikeas, Rabu (2/11/2016). Kata Naudzubillahimindzalik yang diucapkan SBY ini, maksudnya, “Aku berlindung kepada Allah ta’ala untuk hal terburuk itu”.
Diketahui, tudingan terhadap SBY itu berkembang di kalangan elit politik di tanah air, dan isu itu juga menjadi rumor di media sosial.
SBY bukan hanya membantah tudingan yang dianggap fitnah teradap kekayaannya. Tapi, SBY masih dengan nada geram juga membantah semua tuduhan yang diarahkan kepada dirinya dan Partai Demokrat yang dituding berada di belakang rencana demo besa-besaran 4 November nanti.
Selanjutnya, Ketua Umum Partai Demokrat ini mengingatkan kepada Polri agar menegakkan proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, agar jangan sampai negara “terbakar” terkait Ahok yang dituduh menistakan agama.
“Kalau ingin negara ini tidak terbakar oleh amarah para penuntut keadilan, Pak Ahok mesti diproses secara hukum. Jangan sampai beliau dianggap kebal hukum,” ucap SBY.
SBY menekankan penistaan agama dilarang secara hukum seperti diatur dalam KUHP. SBY juga menyinggung adanya kasus serupa pada masa lalu yang diproses hukum dan dianggap bersalah. Karena itu, lanjut SBY, jangan sampai Ahok diaggap kebal hukum.
“Kalau beliau diproses, tidak perlu ada tudingan Pak Ahok tidak boleh disentuh,” kata SBY
“Setelah Pak Ahok diproses secara hukum, semua pihak menghormati, ibaratnya jangan gaduh,” kata dia.
SBY juga mengingatkan penegak hukum untuk bisa meredam tekanan baik yang ingin Ahok dihukum maupun yang ingin Ahok bebas.
“Serahkan ke penegak hukum apakah Pak Ahok tidak bersalah, atau Pak Ahok dinyatakan bersalah. Jangan ditekan, biarkan penegak hukum kita bekerja, begitu aturan mainnya, begitu etikanya,” kata SBY. @yuan/licom_03
0 komentar:
Posting Komentar