Kapolri redam situasi dengan memerintahkan anggota untuk tidak melepas tembakan gas.LENSAINDONESIA.COM: Massa pendemo mengabaikan ketentuan bubar Pukul 18.00 WIB. Polisi pun berupaya membubarkan massa yang enggan meninggalkan area depan Istana Merdeka, namun berbuntut reaksi ricuh massa. Bahkan, massa setelah membakar dua mobil Brimob, kemudian membakar satu mobil lagi. Sehingga, total tiga mobil yang terbakar.
Polisi pun menembakkan gas air mata. Sehingga, situasi semakin kurang kondusif. Tapi, berhasil redah setelah polisi melakukan pendekatan persuasif.
Bahkan, Kapolri Jederal Pol Tito Karnavian menginstruksikan anggota Polri untuk tidak menembakkan gas air mata.
“Saya Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Saya perintahkan anggota Polri untuk tidak mengeluarkan tembakan gas air mata,” teriak Kapolri lewat pengeras suara dari rumah dinas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (4/11/2016).
Kapolri yang berada di lokasi itu, masih menggunakan pengeras suara, juga mengingatkan kepada demonstran agar tidak melakukan kerusuhan. “Kita sama-sama umat Islam, sama-sama saudara tidak boleh menyakiti,” teriak Kapolri.
Suasana semakin kembali kondusif, begitu Panglima TNI Jenderan Gatot Nurmantyo juga turut menyampaikan arahan lewat pengeras suara. “Mohon hentikan. Saya minta semua tenang. Mohon hentikan. Dan Kapolri sudah minta untuk tidak melepaskan tembakan. Tunjukkan suasana damai,” kata Jenderal Gatot Nurmantyo meredam anggota Polri untuk tidak terpancing suasana. @yuan/
0 komentar:
Posting Komentar