Diduga Akibat Reaksi Obat
KARIMUN (HK)-Suryatna (21) warga Pulau Burung, Inderagiri Hilir (Inhil), Riau terkapar di ruang perawatan 515 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani. Sekujur tubuh pria sudah melepuh seperti terkena luka bakar. Penyebabnya, diduga karena reaksi obat secara berlebihan yang dikonsumsinya. Saiful, ayah Suryatna ketika ditanya soal penyebab badan anaknya seperti itu mengatakan, kondisi yang dialami anaknya bermula ketika dia mengalami demam dan bengkak pada bagian tangan sekitar 20 hari yang lalu. Karena hanya merasa demam biasa, Suryatna lalu membeli obat di apotek."Awalnya, anak saya hanya demam biasa. Kemudian, dia beli obat di apotek dekat rumah. Anehnya, setelah meminum obat demam itu bukannya sembuh malah tambah sakit. Karena tidak ada perubahan, anak saya dibawa ke Puskesmas dan diberi obat makan oleh petugas medis disana," ungkap Saiful.
Anehnya, setelah pulang ke rumah, bukannya menjadi sehat akan tetapi kondisi Suryatna malah semakin memburuk. Di kulitnya mulai keluar bentolan-bentolan kecil berisi cairan. Semakin lama bentolan tersebut semakin banyak dan terus membesar hingga pecah. Hingga sekujur tubuhnya ditutupi benjolan penuh cairan itu.
Karena kondisi yang semakin memburuk, Suryatna kemudian dirujuk ke RSUD Muhammad Sani Karimun untuk ditindak lanjuti. Pria malang itu sudah dirawat selama 18 hari yang lalu. Karena tak keluarga di Karimun, Saiful terpaksa menunggu anaknya itu selama masa perawatan di rumah sakit.
Selama perawatan di RSUD Muhammad Sani, secara perlahan-lahan penyakit yang diderita pria asal dari Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau itu mulai membaik. Kulit pria yang mulai melepuh itu mulai mengering. Meski begitu, dia masih sulit bicara karena mulutnya masih bengkak.
"Saya sebenarnya tak tahu siapa yang membawa anak saya kesini. Sekarang, alhamdulillah kondisinya mulai membaik. Untuk biaya pengobatan anak saya alhamdulillah ditanggung BPJS di tempat anak saya bekerja. Tapi kalau ada yang memberikan bantuan, dengan senang hati kami terima," tuturnya.
Terpisah, Direktur RSUD Muhammad Sani, dr Zulhadi ketika dikonfirmasi via ponselnya mengatakan, Suryatna dirawat intensif oleh dokter spesialis kulit dan spesialis penyakit dalam. Zulhadi menjelaskan kondisi Suryatna disebabkan reaksi satu atau dua jenis obat yang berlebihan.
"Penyebab dia seperti ini karena adanya reaksi satu dan dua obat secara berlebihan. Namun, seperti apa kondisi yang dialami pasin, lebih jelasnya diketahui oleh dokter spesialis. Dokter spesialis datang jam 9 besok (hari ini,red), teman-teman wartawan silakan datang saja kesini," pungkasnya (ham)
Share
0 komentar:
Posting Komentar