Sabtu, 05 November 2016

Ini isi Piagam Tebuireng untuk tangkal disintegrasi bangsa

Asiten Teritorial Mayjen TNI Wiyarto dan Gus sholah memberikan keterangan kepada media. (LICOM/Muhammad Ibnu Alfarobi)

LENSAINDONESIA.COM: Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad menghasilkan Piagam Tebuireng. Diharapkan jadi panduan menangkal disintegrasi bangsa dari kemerosotan terhadap penghayatan ideologi bangsa, nilai spiritual, akhlaq, dan kepedulian sosial, Sabtu (05/11/2016).

Berikut Piagam Tebuireng Yang ditanda tangani Ulama , Cendekiawan, Habaib, Profesional dalam Rapat Akbar Aktualisasi :

Bismillahirahmanirrohim

Meneladani dan Melaksanakan Fatwa Resolusi Jihad

Kami Para Cendekiawan , Habaib, Profesional, dan Ulama dalam Rapat Akbar Aktualisasi Resolusi Jihad di Pesantren Tebuireng

MENGINGAT

A. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yyang didalamnya terkandung tujuan mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan pancasila dimana dalam proses perumusannya terdapat peran serta pra cendekiawan, professional dan ulama.

B. Fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 oleh para ulama mengajak umat islam untuk bersatu dan berjihad menjaga kedaulatan Republik Indonesia yang sedang terancam oleh nafsu tentara Belanda dan sekutunya untuk menguasai kembali wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menimbang :

A. Bahwa pada saat ini para cendekiawan professional dan ulama menyadari ada potensi hilangnya kedaulatan bangsa dan Negara.

B. Bahwa para cendekiawan, ulama dan professional berkewajiban jihad untuk menjaga kedaulatan bangsa dan Negara.

Memperhatikan :

A. Sejumlah kebijakan pemerintah sejak era orde baru tidak berhasil menjamin kedaulatan Negara dan bangsa dalam berbagai aspek kehidupan, adakalanya tunduk pada kedaulatan korporasi sehingga kesejahteraan yang merata bagi seluruh anak bangsa belum terwujud

B. Situasi dan kondisi bangsa yang penuh keprihatinan karena terancam disintegrasi bangsa, akibat merosotnya ideologi bangsa, nilai spiritual, akhlaq, dan kepedulian sosial.

C. Kekayaan alam sebagai potensi bangsa yang sangat besar akan tidak bermakna, apabila tidak diperhatikan, dijaga dan dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

D. Pendidikan merupakan unsur terpenting masa depan suatu bangsa yang belum berorientasi pada kebutuhan bangsa dalam mengelola sumber daya alam.

Memutuskan :

A. Menyerukan kepada pemerintah untuk mengambil langkah-langkah kongkrit dalam jihad mewujudkan kemandirian bangsa sehingga bermartabat dan berdaulat

B. Menggugah para cendekiawan, professional dan ulama untuk berperan lebih aktif dan tepat sasaran dalam jihad mencerdaskan kehidupan bangsa, agar mampu menghadapi segala tantangan di masa mendatang.

C. Mengajak segenap unsur bangsa untuk berjihad mewujudkan keadilan, mempertahankan kedaulatan, dan menjaga persatuan bansga menuju baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur.

Tebuireng, 5 Shafar 1438 H/5 November 2016

loading...

0 komentar:

Posting Komentar