Minggu, 06 November 2016

Honorer BC Tenggelam Ditemukan

 honorer bcKARIMUN (HK)- Jenazah Firman (25) seorang pegawai honor Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri yang terjatuh dan tenggelam di dermaga III Ketapang, Jumat (4/11) dinihari lalu akhirnya ditemukan tim penyelamat, Sabtu (5/11) sekitar pukul 06.00 WIB. Dia ditemukan mengapung di lokasinya terjatuh.

“Ditemukannya tadi sekitar pukul 06.00 WIB di sekitar dermaga III atau di lokasi tempatnya jatuh. Mungkin tubuh korban tersangkut di bawah badan kapal, sehingga tim tak menemukannya. Namun, akhirnya jasad korban mengapung sendiri," ungkap Kasubbag Humas DJBC Khusus Kepri, Hadiman, Sabtu (5/11).

Kata Hadiman, sebenarnya tim pencarian korban yang terdiri dari Satuan Polair Polres Karimun, Basarnas serta Bea Cukai sendiri sudah menyisiri seluruh lokasi yang diduga sebagai tempat hanyutnya korban. Bahkan, petugas juga sudah beberapa kali mencari di lokasi korban terjatuh, namun tak berhasil ditemukan.

"Proses pencarian korban mengalami kesulitan. Karena kondisi air laut yang sangat keruh, sehingga tim penyelam mengaku sulit untuk melihat tubuh korban di dalam air. Padahal, tim juga sudah melakukan penyelaman di lokasi jatuhnya korban, mungkin karena air laut yang keruh, sehingga tim tak melihat keberadaannya," jelas Hadiman.

Menurutnya, usai ditemukan korban langsung dievakuasi ke dermaga Ketapang. Dari Kanwil DJBC Khusus Kepri, korban kemudian dibawa ke rumah keluarganya yang berada di Teluk Air, Kecamatan Karimun untuk proses pemakaman. Saat itu, juga korban dimakamkan di pemakaman keluarga.

Sebelumnya diberitaikan, seorang honorer Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri yang bertugas di bagian Petugas Keamanan Dalam (PKD), Firman (25) tenggelam di Dermaga III Ketapang Kanwil DJBC Khusus Kepri, Jumat (4/11) dini hari sekitar pukul 00.10 WIB.

Informasinya, Firman yang saat itu tengah bersama Afrizal, rekan satu timnya sedang bertugas di pos penjagaan depan Kanwil DJBC Khusus Kepri. Tiba-tiba dirinya mendapat panggilan radio dari arah Dermaga Ketapang untuk diminta datang ke lokasi tersebut. Begitu mendapat panggilan, dia dan Afrizal segera ke lokasi panggilan.

Di dermaga tersebut, ternyata terjadi keributan antara pegawai Bea Cukai yang berada diatas kapal patroli. Firman berusaha menenangkan keributan tersebut. Nahasnya, begitu melangkah dari kapal patroli BC-20001 ke kapal BC-20002 yang saat itu tengah sandar berdampingan, dia terpeleset dan jatuh ke laut.

Rekan-rekan satu tim dan petugas Bea Cukai lainnya melihat Firman masih melambai-lambai diantara gelombang laut. Namun, karena cuaca yang buruk disertai hujan lebat dan air pasang membuat pria tersebut hilang timbul di tengah laut. Hingga, tubunya benar-benar hilang ditelan gelombang.

Saat itu juga, petugas Bea Cukai langsung melakukan pencarian tubuh korban. Pencarian juga melibatkan aparat kepolisian dari Satuan Polair Polres Karimun. Hingga Jumat siang, tim yang bertugas melakukan pencarian masih belum menemukan keberadaan Firman. Tim terus menelusuri sekitar perairan Karimun. (ham)

Share

0 komentar:

Posting Komentar