PANTER – SUMUT, Gubenur
Sumatera Utara H T Erry Nuradi harapkan Badan Pertanahan Nasional (BPN)
Sumatera Utara yang baru dapat mendorong penyelesaian berbagai konflik
pertanahan di Sumatera utara. Diantara persoalan yang perlu mendapat perhatian
untuk penyelesaian segera adalah kasus tanah eks HGU PTPN, konflik tanah sari
rejo dan sengketa tanah PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).
Perihal Tsb, disampaikan
Gubsu saat menerima kehadiran Kepala BPN Sumut Bambang Priono yang baru
mendapat amanah jabatan.
“Pak Bambang ini
dari track record nya adalah salah satu Kepala BPN terbaik, sebelumya bertugas
sebaga Kepala BPN Surabaya. Harapannya bisa ikut berkontribusi menyelesaikan
berbagai persoalan pertanahan di Sumut yang cukup banyak,” ujar Erry, Kamis
(3/11).
Erry sebutkan
beberapa persoalan yang butuh perhatian dan penyelesaian segera yaitu persoalan
tanah PTPN yang sudah terjadi sejak tahun 2002. Demikian juga persoalan tanah
Sari Rejo yang melibatkan pihak Angkatan Udara RI dengan masyarakat, lahan
register di Padang Lawas dan sengketa lahan PT KAI yang di atasnya sudah
berdiri bangunan megah.
“Mudah-mudahan
dengan kehadiran Kanwil BPN yang baru dapat menyelesaikan dan mengurangi
persoalan tanah yang ada. Juga sengketa tanah antara perusahaan –perusahaan
dengan rakyat yang cukup banyak hampir 200 kasus. Mungkin dapat diteliti dan
diselesaikan dengan dukungan BPN kabupaten kota,” kata Erry.
“Kita, Pemerintah Provinsi tentunya akan
mendukung program pertanahan nasional seperti prona, juga tupoksi lainnya dari
BPN,” ujarnya.
Kepala BPN Sumut
Bambang Supriono mengakui mendapat pesan khusus dari Kepala BPN RI untuk
penyelesaian kasus-kasus yang menonjol.
“Diantara kasus
sengketa dan konflik pertanahan dan perkara yang paling menionjol adalah
masalah eks HGU PTPN yang diduduki masyarakat,” ujar Bambang.
“Banyak masyarakat
yang menduduki tanah eks HGU PTPN. Biar bagaimanapun masyarakat juga anak bangsa,
warga negara Indonesia harus kita dari win win solusi apalagi PTPN juga negara
yang harus memberi kontribusi kepada negara sehingga tertib administrasi hukum
bisa dilaksanakan,” ujar Bambang.
“Sedangkan untuk
konflik Sari Rejo pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan Komis II DPR RI. Pada
hari Selasa lalu pihaknya juga mendatangi warga masyaraat di Kelurahan Sari
Rejo” ujarnya
“Tahap sekarang ini sedang diidentifikasi
berapa banyak warga yang ada disana , berapa luas yang dikuasai, dan alas hak
kepemilikannyta seperti apa,” kata Bambang.

0 komentar:
Posting Komentar