BATAM (HK) - Ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Umat Muslim Batam Bersatu (AUMBB) mendesak aparat penegak hukum, dalam hal ini Mabes Polsri untuk segera memproses dugaan penistaan Agama dan Ulama yang dilakukan oleh Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.
Desakan tersebut tidak disampaikan melalui demonstrasi, tetapi akan disampaikan bentuk yang lebih soft, yakni melalui penggalangan tandangan dan pernyataan sikap ke Kapolri yang akan disampaikan melalui Kapolda Kepri, Jumat (4/11) di Mapolda Kepri, Nongsa, Batam.
"Tidak ada demonstrasi, tapi partisipasi kami akan disampaikan melalui penggalangan tandatangan dan pernyataan sikap," ujar Ketua Aliansi Umat Islam Batam Bersatu, Erwin Abu Ghaza ke awak media, Kamis (3/11) di Restoran Saung Sunda Swargi, Batam Centre.
Secara teknis, lanjutnya, penggalangan tandatangan akan dilakukan di halaman Masjid Raya Batam selepas Shalat Jumat, setelah itu 30 ketua Ormas Islam bersama pendukungnya akan beraudiensi dengan Kapolda Kepri dan jajarannya yang dirangkai dengan penyerahan pernyataan sikap yang akan dikirim melalui feximile ke Kapolri.
"Dipastikan tidak lebih dari 150 orang yang akan ke Mapolda, dan ada tiga juru bicara yang akan menyampaikan pernyataan sikap, yakni Kiyai Usman, Kiyai Didi Suryadi dan Kiyai Chairul Saleh," terangnya.
Ditambahkan oleh Sekretaris MUI Kepri, M Santoso bahwa ada tiga point penting dalam pernyataan sikap tersebut. Pertama,
mendukung dan mengamankan seluruh isi dari sikap dan keputusan MUI yang dikeluarkan 11 Oktober terhadap penistaan agama dan ulama yang dilakukan Basuki alias Ahok.
Kedua, meminta aparat penegak hukum untuk berlaku adil dan tidak diskriminatif baik kepolisian, kejaksaan dan aparat hukum lainnya agar segera memproses hukum Basuki Tjahja Purnama alias Ahok secara transparan serta tanpa intervensi dari pihak mana pun.
"Ketiga, meminta Kapolda Kepri sesegera mungkin menindak lanjuti surat pernyataan guna menjaga stabilitas dan kondusivitas Batam dan Kepri secara umum," ungkapnya. Sementara itu, tokoh Muslim Kepri, Kiyai Didi Suryadi kegiatan AUMBB bukan kegiatan ikut-ikutan, tapi bentuk tanggungjawab terhadap agamanya ketika dicaci oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
"Mengakomodir rencana kegiatan aksi umat Islam Batam, dan ini bentuk kanalisasi dan tetap mengedepankan akhlakul karimah," ungkapnya didampingi Ketua Persatuan Mubalik Batam (PMB) Zurkarnai M. (ays)
Share
0 komentar:
Posting Komentar