Informasi di lapangan, aksi pencurian tersebut diketahui setelah pekerja minimarket masuk sekitar pukul 10.00 WIB paginya. Saat masuk kedalam minimarket, sontak pekerja itupun terkaget bahwa barang-barang yang didalam rak sudah berantakan semua.
Menaruh rasa curiga, terlebih dahulu pekerja melapor ke pemilik minimarket, kemudian memeriksa satu persatu barang, ternyata beberapa kardus rokok jenis Sempurna dan rokok jenis lainnya sudah lesap.
Semakin penasaran, pekerjanya juga memeriksa laci kasir dan ternyata uang hasil penjualan sebesar Rp 4 jutaan sudah lenyap digarong pencuri. Menelusuri dan mencari tahu arah pelaku masuk, pekerja pun naik ke lantai II hingga melihat ventilasi dinding ruko sudah jebol, akibat ulah kawanan pencuri.
Ketika berhasil merusak ventilasi, terlebih dahulu para pelaku merusak 10 titik rekaman CCTv serta monitor dan CPU agar bebas bereaksi. Dan sebelum toko itu tutup, diduga ada seseorang pekerjanya tertinggal didalam toko, sedangkan temannya sedang memantau lokasi dari depan ruko maupun dibelakang ruko.
Dalam kejadian tersebut, pemilik ruko pun mengalami kerugian yang ditaksir Rp 20 jutaan.
" Awalnya kita dapat informasi dari pemilik toko bahwa toko minimarket dibobol maling lewat ventilasi dinding ruko dilantai II. Namun, sebelum berekasi, terlebih dahulu kawanan maling itu mencabut dan merusak 10 titik rekaman CCTv serta monitor dengan CPU yang didalam toko tersebut," ujarnya Agustiar, Ketua RT01/RW02 perum Taman Carina, Batuaji, siang itu.
Masih kata Ketua RT tersebut, bahwa aksi kawanan maling itu berhasil menggasak beberapa kardus rokok jenis Sempurna dan rokok jenis lainnya serta uang tunai sebesar Rp 4 jutaan. Yang sadisnya lagi, sambung Agustiar, para kawanan gembong maling itu merusak dan mencabuti 10 titik rekaman CCTv dan perangkat lainnya untuk menghilangkan jejaknya mereka.
" Setelah kita periksa ternyata benar seperti yang disampaikan pemilik minimarket dan pekerjanya itu. 10 titik rekaman CCTv serta perangkat lainnya langsung dicabuti pelaku. Padahal, kita tadi malam sampai jam 02.00 WIB baru tidur, tapi tak tahu pada subuhnya mereka bereaksi," katanya lagi.
Agustiar juga mengakui, jika ditempatnya itu sering disantroni kawanan maling. Makanya, apabila ketemu pelakunya langsung dihajar warga untuk melampiaskan amarahnya, sebelum diantarkan ke pihak berwajib.
" Sudah sangat sering maling dikomplek kita itu. Kita juga sudah resah dengan ulah mereka. Lagian kita tak mungkin jaga-jaga maling, padahal dikomplek itu rata-rata pekerja semua, jadi kosong rumahnya," pungkas dia.
Sementara itu, Kapolsek Batuaji, Kompol Sujoko membenarkan kejadian tersebut. Sujoko juga mengatakan sudah menerima laporan, serta sudah langsung ditindaklanjuti anggota ke lokasi kejadian. " Iya, anggota sudah turun ke lokasi untuk olah TKP, hal ini juga sudah langsung kita tangani untuk tindak lanjutnya, saksi-saksi juga akan kita periksa secepatnya," ujarnya Sujoko dengan singkat.***(ded)
Share
0 komentar:
Posting Komentar