Presiden memberi ucapan selamat kepada KA Badaruddin usai dilantik. Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut menyaksikan acara pelantikan Ketua dan Wakil lembaga tinggi negara PPATK ini.LENSAINDONESIA.COM: Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Keuangan, Kiagus Ahmad (KA), yang pernah bekerja di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badaruddin akhirnya resmi menduduki jabatan sebagai Kepala PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi keuangan) masa jabatan 2016-2021. Presiden Joko Widodo melantik pria kelahiran
Palembang ini di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/10/2016).
Selain mengukuhkan KA Badaruddin, Presiden juga melantik wakil Kepala PPATK baru yang dijabat Dian Ediana Rae, yang sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar. Praktis mulai hari ini, keduanya resmi berkantor di ruangan yang sebelumnya ditempati Muhammad Yusuf dan Agus Santoso yang masa jabatannya sudah berakhir.
Kenapa Presiden Jokowi memilih staff Menkeu Sri Mulyani, Irjen Kemenkeu KA Badaruddin yang juga mantan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Komisi Pemberantasan Korupsi (1993-1996) sebagai Kepala PPATK dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar Banten Dian Ediana Rae sebagai Wakil Kepala PPATK. Presiden Jokowi mengemukakan alasan realistis.
“Kedua figur ini adalah figur-figur profesional dan berintegritas, dan saya tahu berintegritas dan beliau berdua memiliki pengalaman, memiliki rekam jejak yang baik, dan kita memerlukan figur-figur seperti ini,” kata Presiden kepada wartawan seusai melantik.
Presiden berharap dengan diantiknya kedua figur ini, PPATK bisa meningkatkan kinerja pemantauan, menganalisis, mengevaluasi transaksi-transaksi keuangan yang mencurigakan. Sehingga, PPATK dapat diandalkan meningkatkan kinerja internal dan eksternal dalam pencegahan, pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan juga tindak pidana khusus yang lain, seperti berkaitan dengan misalnya pendanaan terorisme, narkoba dan juga tindak pidana perpajakan.
“Saya yakin, kepala PPATK yang baru akan mampu bekerja sama, bersinergi dengan semua pihak, baik dengan Kementerian, baik dengan OJK, baik dengan BI , baik dengan KPK, dan lain-lainnya. Itu harapan saya,” tegas Presiden Jokowi.
Ditanya wartawan soal lembaga PPATK apa sengaja diperkuat, mengingat latar belakang
Badaruddin unggul di fiskal dan pernah bekerja di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), begitu pun Dian sebagai bankir di Bank Indonesia, Presiden Jokowi lagi-lagi menjawab sangat realistis dan proporsional.
“Ya, tadi seperti yang sudah saya jelaskan, kita harapkan kepala dan Wakil Kepala PPATK betul-betul mampu menganalisis setiap transaksi yang ada, menganalisis, mengevaluasi secara detail dari setiap transaksi-transaksi yang ada, sehingga kita tahu ini transaksinya benar atau enggak benar. Ini berkaitan dengan terorisme, atau berkaitan dengan narkoba atau berkaitan dengan perpajakan,” tutur Presiden.
Pelantikan kedua pejabat PPATK ini dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur
Bank Indonesia Agus Martowardojo, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. @setkab/licom_09
0 komentar:
Posting Komentar