Presiden Joko Widodo didaulat masyarakat penerima sertifikat untuk foto selfie bersama.LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo saat menyerahkan secara simbolis 2.580 sertifikat tanah program strategis tahun 2016, di Kabupaten Gunung Kidul DIY, tak ingin rakyat dikelabui aparat BPN, seketika itu memastikan jumlah sertifikat sesuai fakta.
“Biasa kalau simbolis itu hanya yang sebelas saja, yang lain tidak. Saya ingin betul betul pasti sertifikat 2.580 ya betul itu, ada yang dari Yogya, dari Gunungkidul, dari
Sleman, dari Bantul, ada dari Kulonprogo,” kata Presiden saat menyerahkan sertifikat secara simbolis di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY, sebagaimana dilansir laman Setkab, Senin siang (10/10/2016).
Saat berdialog dengan warga, Presiden Jokowi berpesan, masyarakat yang sudah punya sertifikat agar menyimpan secara baik. Jika ada keperluan produktif atau untuk pinjaman bank, harus hati-hati dan dikalkulasi. Presiden mengingatkan, jangan sampai sertifikat lepas akibat hitungan tidak tepat. Apalagi jika bukan untuk usaha, harus benar-benar hati-hati.
“Saya senang, saya bahagia sekali bahwa rakyat sudah mendapatkan hak miliknya berupa sertifikat,” kata Presiden.
“Kita harapkan hal seperti ini tahun depan akan hatam, karena sistem baru disiapkan agar rakyat itu menerima sertifikat dengan waktu yang cepat, yang sederhana,
dengan biaya kalau ada dengan biaya yang murah, karena nanti sebagian akan ditutup dengan APBD, sebagian juga dibantu dari APBN,” janji Presiden Jokowi.
Saat menghadiri acara penyerahan sertifikat ini, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menko PMK Puan Maharani, Menteri Agraria/Kepala BPN Sofyan Djalil,
Mensesneg Pratikno, dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. @setkab/licom_09
0 komentar:
Posting Komentar