Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya 'terpeleset lidah'.LENSAINDONESIA.COM: Seketaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menilai kasus Ahok diperkarakan pidana dengan tuduhan penistaan agama, diharapkan bisa menyadarkan Gubernur DKI Jakarta ini untuk tidak lagi bertindak arogan dalam berpolitik.
Sekjen PKB yang partainya pendukung Agus-Silvia dalam Pilkada DKI 2017, meyakini Ahok melakukannya dengan sadar, gaya kepemimpinan keras dan arogan dalam
mengendalikan Jakarta. Bahkan, Ahok juga sadar kalau masyarakat DKI tidak suka dengan gaya kepemimpinan itu.
Faktanya, menurut Karding, Ahok tidak merubah gaya kepemimpinan yang keras dan arogan, sejak jadi Wagub hingga menjabat Gubernur DKI, menggantikan Joko Widodo. Padahal, berulangkali sikapnya mengalami benturan baik dengan masyarakat maupun sesama politikus.
“Ahok sadar banyak masyarakat DKI Jakarta tidak puas dengan gaya kepemimpinannya yang cenderung mengedepankan arogansi ketimbang dialog dalam menata kota,” ujarnya.
Menurut Karding, Ahok dengan alibi mengatasnamakan pembangunan, semua cara halal ditempuh. Termasuk, menggusur warga miskin tanpa mempedulikan aspirasi yang digusur maupun dampak sosialnya. Karding mencermati, setelah ada survei ketidakpuasan warga hingga elektabilitas Ahok anjlok, ternyata Ahok tidak siap.
Ia mencotohkan, sikap Ahok menyinggung Al-Quran surat Almaidah ayat (51), menunjukan Ahok tidak percaya diri dengan hasil kinerjanya. Menurutnya, Ahok kebablasan dan tidak sadar bahwa menyinggung surat dalam kitab suci agama lain sangat tidak etis, apalagi menjelang Pilkada. Sehingga, kondisi ini tidak menjadikan etika yang terintegrasi dengan kepemimpinan Ahok.
Selanjutnya, anggota Komisi III DPR RI membidangi hukum dan kemanan itu, mengingatkan warga Jakarta itu multicultural. Bahkan, amat mampu bersikap dewasa dalam berpolitik. Karena itu, ia berharap kasus Ahok menafsirkan surat dalam Al-Quran jangan sampai terulang, demi menjaga keharmonisan masyarakat.
Termasuk terhadap pendukung Ahok, Karding mengimbau, agar tidak lagi mengeluarkan pernyataan-pernyataan atau ujaran memancing reaksi SARA. Ia mencontohkan,
ujaran mengarah slogan seolah mencitrakan muslim secara negatif, seperti “Saya muslim, saya pilih Ahok karena tidak korupsi” atau “Biarin gue kafir yang penting tidak korupsi”.
Karding berharap Ahok dan pendukungnya tidak menjadikan kondisinya yang rentan terserang isu SARA justru sebagai bahan rekayasa tameng atau senjata untuk memukul balik pasangan Cagub lain. Jika ini tetap dilakukan, praktis tak ubahnya fakta internasional
bagaimana mencitrakan Islam identik teroris.
Ia juga meminta Ahok tidak lagi menunjukan sikap-sikap tidak menghormati keyakinan agama lain. Karena keyakinan beragama dijamin konstitisi. Karena itu, kata Karding, dalil agama tak boleh dijadikan alat untuk menyebar kebencian terhadap agama lain, termasuk kekerasan dan memicu permusuhan.
“Sebab hal itu bukan saja bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia, namun juga bertentangan dengan semua ajaran agama,” Sekjen PKB ini, berharap suhu politik jelang Pilkda DKI Jakarta 2017 berlangsung damai. @dange
0 komentar:
Posting Komentar