KARIMUN (HK)-Gubernur Kepri Nurdin Basirun memiliki komitmen untuk melanjutkan kembali pembangunan Pelabuhan Malarko di Desa Pongkar, Kecamaatan Tebing pada tahun anggaran 2017 mendatang. Pelabuhan kargo yang digadang-gadang sebagai pelabuhan terbesar di Kepri itu pengerjaan sempat terhenti sejak 2012 silam.
"Ada beberapa alasan kenapa saya melanjutkan kembali pembangunan Pelabuhan Malarko. Pertama, karena Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sementara, Kepri sendiri harus unggul di bidang maritim. Kepri ini kan 96 persen laut," ungkap Nurdin Basirun saat meninjau Pelabuhan Malarko beberapa waktu lalu.
Kata dia, Pelabuhan Malarko yang berada di depan Selat Malaka merupakan pintu gerbang pelayaran dunia. Setidaknya, 9.000 kapal berseliweran di Selat Malaka setiap tahunnya. Dengan posisi tersebut, maka pergerakan ekonomi dari sektor kelautan akan berkembang dengan pesat ketika Pelabuhan Malarko dibangun.
"Kita bukan menangkap 9.000 kapal itu, tapi filosofinya kita bagian dari itu, tak mungkin kita dapat memanfaatkan kondisi itu dengan baik. Jika pelabuhan dibangun, maka arus barang akan lancar, dan inflasi akan bisa ditekan. Inflasi itu akan tertekan, kalau arus barang bisa berjalan lancar. Kalau lambat, maka yang dibebankan nanti masyarakat," tuturnya.
Selain itu, kata Nurdin, dengan selesai dibangunnya nanti Pelabuhan Malarko, maka langkah Bupati Karimun yang akan mendongkrak sejumlah objek wisata di Karimun juga bisa terwujud. Karena, pelabuhan sebagai pintu masuk daerah kepulauan akan mendukung semua barang yang masuk ke sejumlah objek wisata.
"Pelabuhan Malarko ini nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk bersandarnya Kapal Pelni di Karimun. Selama ini kan kapal itu hanya labuh jangkar di depan pelabuhan Taman Bunga. Sementara, penumpang terpaksa dinaikkan dan turun menggunakan pompong. Jika sudah bersandar disini nantinya, maka keselamatan penumpang juga akan terjamin," jelasnya.
Untuk mewujukan rencana kelanjutan Pelabuhan Malarko, Nurdin mengaku sudah bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Saat itu, Menteri Budi mempertanyakan apa-apa saja proyek nasional yang masih terbengkalai. Kesempatan itu, dimanfaatkan Nurdin untuk menjelaskan soal Pelabuhan Malarko.
"Saya sudah berjumpa dengan menteri dan beliau sangat menyayangkan sudah empat tahun pembangunan Pelabuhan Malarko namun tidak kunjung selesai. Ketika saya ceritakan, beliau sangat proaktif mengenai masalah ini dan cepat mengambil keputusan. Beliau ingin agar Malarko dilanjutkan," kata Nurdin.
Nurdin memperkirakan, estimasi anggaran kelanjutan pembangunan Pelabuhan Malarko pada anggaran 2017 mendatang mencapai Rp200 miliar. Anggaran itu masih dibahas ditingkat pusat. Rencananya Pelabuhan Malarko akan menjadi pelabuhan multifungsi baik pelabuhan penumpang ataupun pelabuhan bongkar muat barang.
"Pelabuhan bongkar muat barang di Taman Bunga sekarang sangat tidak representatif. Bisa kita lihat sendiri, ketika pagi hari semua sibuk lalu lalang di pelabuhan, akhirnya terganggu dengan aktivitat bongkar muat barang. Apalagi, pelabuhan itu terletak di depan rumah dinas Bupati yang menjadi pusat kegiatan di Karimun," pungkasnya. (ham)
Share
0 komentar:
Posting Komentar