PANTER – MEDAN, Rektor
Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Prof Mhd Asaad mengingatkan agar
sepuluh mahasiswa UISU yang terpilih dalam program Belajar Bekerja
Terpadu benar-benar memanfaatkan program dari Kementerian Riset dan
Teknologi serta Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) itu untuk pengembangan
kompetensi mahasiswa dalam hal pengembangan jiwa kewirausahaan.
Hal
itu disampaikan rektor saat memberikan sambutan sekaligus membuka pembekalan
peserta program Belajar Bekerja Terpadu di Rajasyah Outbond, Namo Gajah, Medan
Tuntungan, Sabtu (15/10).
Hadir
dalam acara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Arjuna Sembiring
mewakili Walikota Medan, Ketua Pusat Pengembangan Kewirausaaan dan
Ketenagakerjaan (P2K2 ) UISU Deni Faisal Mirza, serta Kepala Humas UISU
Zakaria Siregar.
Dikatakan
rektor, mahasiswa yang terpilih melalui seleksi untuk selanjutnya akan langsung
belajar dan bekerja di sektor UMKM selama tiga bulan. Untuk itu, dia
mengingatkan agar mahasiswa benar-benar serius dan menjaga nama baik UISU.
Pada kesempatan itu,
rektor mengucapkan terimakasih kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin yang
memberikan dukungan kepada UISU untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship di
kalangan mahasiswa. Pihaknya berharap, ke depan Pemko Medan dan UISU dapat
menjalin bekerjasama untuk program berkelanjutan guna pengembengan kompetensi
mahasiswa. Salah satunya menggagas terbentuknya koperasi mahasiswa di
kampus UISU.
Sementara
itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Arjuna Sembiring saat memberikan
sambutan mengatakan, Pemko Medan mengapresiasi UISU dalam upaya pengembangan
jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui lembaga P2K2.
“Kemarin
walikota telah mengapresiasi dan langsung memberikan penghargaan kepada sepuluh
mahasiswa UISU yang terpilih mengikuti program ini,” ucapnya.
Sementara
Ketua P2K2 UISU Deni Faisal Mirza mengatakan, pembekalan dilakukan selama dua
hari. Hari pertama diisi penyampaian materi dan hari kedua dilakukan outbound.
Pembekalan
ini, kata Deni, merupakan standar yang ditetapkan Kemenristek Dikti sebelum
program dimulai.
“Awalnya
telah dilakukan serangkian seleksi dimulai seleksi administrasi, psikotest,
kesehatan hingga test urine untuk memastikan peserta bebas narkoba.
Dalam
acara pembekalan kemarin, sejumlah pembicara menyampaikan berbagai materi, di
antaranya staf PKBL PTPN3 Syahmuda Oloan Harahap menyampaikan materi mengenai
permodalan, serta staf PKBL PT Telkom Mulia Hartono juga materi tentang
permodalan dan program kampung UMKM digital. (Aasof)

0 komentar:
Posting Komentar