Presiden Jokowi di sela-sela pembukaan Sail Karimata 2016. (ISTIMEWA) LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko WIdodo menegaskan dia akan serius menangani pemberantasan pungutan liar (pungli), seperti yang terjadi di Kementerian Perhubungan. Dia tak mempermasalahkan kecilnya uang yang disita, namun dia ingin memastikan pungli yang meresahkan masyarakat bisa dihentikan.
Presiden menilai, pungli yang nilainya kecil-kecil telah meresahkan dan bikin jengkel. Tapi jika dilakukan dari Sabang hingga Merauke di tiap-tiap kantor pemerintahan nilainya bisa mencapai triliunan. Oleh sebab itu, Presiden menegaskan, akan mengurus, mengontrol, dan mengawasinya.
“Bukan hanya urusan kecil-kecil seperti itu, yang lebih kecilpun akan saya urus. Bukan hanya urusan Rp500 ribu atau Rp1 juta, urusan Rp10 ribupun nanti akan saya urus,” tegas Jokowi, Minggu (16/10/2016).
“Kalau urusan yang gede-gede, yang miliar, yang triliun, itu urusannya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” kata Presiden.
Presiden menegaskan, bahwa sekarang ini sudah dibentuk tim saber pungli, tim sapu bersih pungli. Karena itu, tidak boleh lagi rakyat disusahkan, rakyat harus dimudahkan.
“Semua keluhan tentang pungli yang disampaikan lewat facebook, twitter, dan sms selalu saya dengarkan dan saya cek ke lapangan,” pungkasnya. @stk/licom
0 komentar:
Posting Komentar