Jumat, 14 Oktober 2016

Kubu Anies-Sandiaga diminta hentikan isu SARA

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) didampingi Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf usai deklarasikan pasangan calon Gubernur DKI dan wakil gubernur diusung Gerindra-PKS pada Pilkada DKI 2017 di rumah Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 23 September 2016. Foto: Tempo

LENSAINDONESIA.COM: Dosen Komunikasi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando, secara khusus meminta kepada kubu pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk secara tegas meminta kepada pendukungnya agar mengentikan penggunaan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan antargolongan).

Ade Armando menyatakan, kondisi yang berpotensi menimbulkan perpecahan ditengah masyarakat ini menuntut para pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur meredam aksi para pendukung mereka.

“Kalau Anies mau dikenang sebagai negarawan, harus mengatakan ke basis pendukungnya berhenti menggunakan isu SARA,” kata Ade dalam diskusi PARA Syndicate di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/10/2016).

Ade mencontohkan dalam fanpage Anies-Sandiaga di Facebook, banyak unggahan dari pendukung mereka yang kerap menyinggung sentimen agama.

Menurut Ade, Anies bisa saja menyatakan keberatan jika pendukungnya menggunakan namanya untuk menyerang kubu lain dengan isu SARA.

Ade menyayangkan Anies yang merupakan kawan dekatnya, justru mendukung agar laporan Ahok ke polisi.

“Kan bisa dia bilang keberatan. Harusnya dia bisa mengeluarkan pernyataan yang menetralkan,” kata Ade.

Soal kemungkinan Anies akan kehilangan suara jika bertindak tegas, Ade mengatakan itu adalah konsekuensi yang harus dihadapi seorang negarawan.

Menurut Ade, pertarungan kekuasaan sejatinya hanyalah kendaraan untuk bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Posisi jabatan publik itu untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Kekuasaan dicapai untuk mensejahterkan rakyat,” kata Ade.

Dengan kerasnya isu SARA yang didengungkan di antara basis pendukung Anies, menurut Ade, akan menjadi kerugian, karena Anies akan kehilangan mayoritas pemilih, yaitu kelas menengah yang tidak memilih berdasarkan unsur primordialisme.@LI-13/kc

loading...

0 komentar:

Posting Komentar