Sejumlah anggota mempercantik kantor NU menjelang Hari Santri 22 Oktober mendatang. (ISTIMEWA) LENSAINDONESIA.COM: Menjelang peringatan hari santri, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya sosialisasikan penyebutan nama kantor NU Kota Surabaya dengan Hoofdbestuur Nahdatoel Oelama (HBNO).
“Kantor NU Suarabaya Ini adalah situs bersejarah, ditetapkan sebagai cagar budaya kelas A, tempat rapat konsul Nahdatoel Oelama (NO) se Djawa dan Madura pada 22 Oktober 1945 yang melahirkan resolusi jihad dan kini diperingati sebagai hari santri” ujar Ketua NU Kota
Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri, Selasa (11/10/2016).
Dia menceritakan sebelum pindah ke Jakarta tahun 1955-1996, gedung ini merupakan kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu, pihaknya merasa perlu untuk melakukan branding ulang terhadap situs budaya ini.
“Hal ini tidak lain merupakan rebranding terhadap situs ini agar semakin kuat kesannya melekat dalam memori warga Surabaya khususnya dan Indonesia pada umumnya,” tambahnya.
Penyebutan ini penting, 1 kilometer sisi utara sudah dipopulerkan kembali penyebutan Hoofdbureau untuk Gedung tua markas Polrestabes Surabaya (dulunya disebut Hoofdbureau Van Politie De Soerabaia). Gedung tersebut kini menjelma sebagai ikon baru live museum di Surabaya.
“Semoga situs bersejarah ini nantinya bisa menjadi Museum hidup dan ikon wisata sejarah baru di Surabaya. Inilah rumah kita, rumah nahdliyyin, rumah pertama NU sebagai jam’iyah,” tegasnya.
Sementara itu, Panitia hari santri 2016 terus mematangkan persiapan, sebelum puncak acara yang digelar di Tugu Pahlawan Surabaya, pada tanggal 22 Oktober 2016. Di antaranya mempercantik kantor HBNO di jalan Bubutan Surabaya.
Ketua Panitia Mohammad Faisol mengemukakan seluruh kepanitian telah siap menyajikan berbagai acara dalam rangka memeriahkan hari santri di kota Surabaya oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya. “Kami sudah menyiapkan berbagai agenda acara, yang tentunya berbeda dari hari santri tahun lalu, dan acara-acara yang digelar nanti lebih banyak mengenang tempat-tempat bersejarah para santri di Surabaya di era perjuangan, dan semaua persiapan sudah dilakukan termasuk kerja bakti di kantor NU Surabaya atau HBNO,” ujarnya.
Beberapa agenda acara hari santri di antaranya menyambut rombongan napak tilas hari santri oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dimulai tanggal 14 Oktober 2016, dilanjutkan kirab hari santri dari Tugu Pahlawan ke Kantor NU Kota Surabaya oleh para pejabat
dan PBNU serta Apel Hari santri yang juga dipusatkan di Tugu Pahlawan pada tanggal 22 Oktober. @licom
0 komentar:
Posting Komentar