Jumat, 21 Oktober 2016

Ikut demo penjarakan Ahok, Amien Rais jatuhkan elektabilitas Agus-Sylvi

Aksi Amien Rais (memegang mic) bersama pimpinan FPI Habib Riziq Shihab saat berorasi di depan ribuan massa umat islam yang menggugat Ahok di depan Kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016). Foto: skala

LENSAINDONESIA.COM: Keikutsertaan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais dalam unjuk rasa bersama sejumlah Ormas yang mendesak calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diadili karena diduga melakukan pelecehan kitab suci Al Quran Surat Amaidah ayat 51 pekan lalu dinilai sebagai langkah blunder.

Sebab, munculnya Amien Rais dalam demo tersebut akan berdampak buruk terhadap elektabilitas pasangan cagub-cawagub yang diusung PAN bersama Demokrat, PKB dan PPP yaitu gus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul menyebut Amies telah salah langkah.

Kata Ruhut, isu suku, agama, ras, dan antargolongan tidak dapat mempengaruhi pilihan warga Jakarta yang ia anggap sudah cerdas dalam menentukan pilihannya.

“Amien Rais itu selalu salah langkah. Karena itu namanya Amien Rais, kalau tidak begitu bukan Amien Rais,” ujarnya  saat dihubungi wartawan, Senin (17/10/2016)

Ruhut yang juga kader Partai Demokrat ini menduga keikutsertaan Amien dalam demo lantaran Ketua Dewan Kehormatan PAN itu iri dengan kinerja Ahok dan Djarot Saiful Hidayat sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta.

Ia pun mengingatkan agar Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN selaku pengusung bakal pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi), untuk berhati-hati setelah tindakan Amien pekan lalu.

“Ya itu lah, aku bilang hati-hati, karena bakal berpengaruh terhadap suara Agus-Sylvi setelah Amien datang demo kemarin,” kata Ruhut.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais yang juga putra Amien membantah jika keikutsertaan orang tuanya dalam demonstrasi akhir pekan lalu sebagai upaya politisasi.

Menurut Hanafi, kehadiran ayahnya dan ribuan demosntran lain murni mengenai isu penistaan agama dan bukan bentuk politisasi.

“Ya saya kira bukan politis. Yang dilakukan oleh para demonstran sudah jelas, ada landasan hukumnya, ada landasan UU-nya soal penistaan agama,” kata Hanafi di Gedung DPR, Jakarta.

Sebelumnya, Amien terlihat ikut turun ke jalan bersama massa “Aksi Bela Islam” mendatangi kantor Badan Reserse Kriminal Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2016).

Mereka menuntut agar Ahok dihukum seberat-beratnya terkait kasus dugaan penistaan agama.

Amien yang berada di tengah-tengah massa ikut menyampaikan orasi. Dia meminta agar polisi segera menindaklanjuti laporan masyarakat atas pernyataan Ahok.

“Pak Kabareskrim segera proses hukum Ahok dipercepat,” kata Amien.@LI-13

loading...

0 komentar:

Posting Komentar