Kamis, 20 Oktober 2016

Eva Sundari bikin puisi “Raisopopo Mung Kerjo” jawab kritik pemerintahan Jokowi-JK

Politikus PDIP Eva Sundari. (ISTIMEWA)

LENSAINDONESIA.COM: Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari membuat pusi bertajuk ‘Raisopopo Mung Kerjo’. Puisi tersebut dibuat untuk menjawab kritik dan tudingan sejuta janji dengan sebuah kerja pemerintahan Jokowi.

Tak hanya itu, puisi ini seakan juga untuk membalas sajak yang dibuat Fadli Zon yang dibuat 2014 lalu. Menurut Eva, kritikan lebih baik dijawab dengan kerja. Hal tersebut agar pemerintahan Jokowi-JK bisa menumbuhkan harapan di tanah Papua, antar provinsi di Pulau Sumatera saling terhubung.

Eva menilai, kerja pemerintan tak banyak bermain kata-kata dan lebih mengedepankan kerja dan berhasil mewujudkan masyarakat Indonesia di bagian timur dalam mengejar keterpisahan. Nelayan-nelayan Indonesia yang sempat terpinggirkan, kini kembali menjadi penguasa.

“Indonesia Timur tumbuh mengejar keterpisahan. Nelayan juga kembali menjadi penguasa samudera,” ucap Eva.

Lebih jauh eva pun meminta pengkritik pemerintahan Jokowi-JK menggunakan data valid saat ingin mengkritik. Dari data yang dia miliki, pemerintahan Jokowi-JK cukup bagus di 2 tahun usianya ini.

“Dua tahun Jokowi-JK apresiasi masyarakat cukup signifikan meski dapat tekanan fiskal. Kita ada terobosan tax amnesty tersukses di dunia yang mendapat apresiasi IMF,” cetus Eva yang juga Sekretaris Badan Latihan Pusat DPP PDIP itu.

Berikut puisi Eva Sundari:

Raisopopo mung Kerjo

Katamu
Sejuta harapan
mimpi tanpa kenyataan
dendam yang harus terus ditabuhkan

Hanya bisa kujawab dengan Kerja
Aku memilih kerja
daripada bermain kata

Masih 2 tahun, kuhanya bisa
mengajak rakyat bekerja

Sehingga

Papua dalam benderang dan
kemudahan
Sumatra saling terhubung dan
tersambung

Indonesia Timur tumbuh mengejar
keterpisahan
Nelayan kembali menjadi penguasa
samudra

Petani mensyukuri berkah bumi yang
memberi panen raya
Kesejahteraan tidak dirampok inflasi
Pariwisata, rupiah, neraca kompak
menjadi perkasa

Kuakan lanjut bekerja sehingga
Sabang sama rasa dengan Merauke;
Muslim, Nasrani, Hindu, Budha,
Konghucu, penghayat tenang berdoa
untuk menyudahi sulutan kebencian
atas persatuan dalam keberagaman

Aku mung bisa kerjo

Maka,
tetaplah lantang bicara
Tapi sebaiknya dengan mata terbuka
Sehingga katamu bersambung fakta

Buka pula telinga
Sehingga katamu
Bersambung suara gebrakan
perubahan
bukan suara fatamorgana yang kau
ciptakan

Bukan pula dari keinginan atas
kegagalan yang kau bunyikan

Monggo makaryo..

loading...

0 komentar:

Posting Komentar