Selasa, 04 Oktober 2016

Elektabilitas terus turun, Ahok berpotensi dikalahkan

Basuki Tjahaja Purnama dipakaikan jaket PDIP oleh Megawtai Soekarnoputri usai mendaftar ke KPU DKI Jakarta. (ISTIMEWA)

LENSAINDONESIA.COM: Elektabilitas petahana Pilkada DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terus turun dan berpotensi kalah. Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melansir jika keterpilihan Ahok-Djarot turun jadi 31,4 persen.

Peneliti LSI, Adjie Alfaraby dalam keterangan persnya di Kantornya Jl. Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (4/10/2016) mengatakan elektabilitas Ahok masih kuat namun ada tren terus menurun. “Ahok kuat namun trennya terus menurun. Pada survei Maret lalu, elektabilitas petahana masih 59,3 persen,” katanya.

Di bulan Juli, elektabilitas Ahok juga turun menjadi 49,1 persen, sebelum akhirnya pada bulan Oktober angka keterpilihannya mandek di 31,4 persen. Adapun pesaing terdekatnya adalah pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang dalam survei kali ini elektabilitasnya 21,1 persen, disusul pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sebesar 19,3 persen.

Berdasarkan data survei LSI, Adjie menjelaskan Pilkada berpotensi dua putaran. “Dengan angka dukungan ini, dan pilkada masih empat bulan lagi, jika tak ada perubahan radikal hampir pasti pilkada berlangsung dua putaran. Tidak ada yang unggul mutlak di atas 50 persen. Namun di putaran pertama siapapun kini bisa tersingkir. Jika tren Ahok terus menurun, Ahok pun bisa tersingkir di putaran pertama,” ujar Adhie memaparkan datanya.

Adapun, survei LSI menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error sebanyak 4,8 persen dengan 440 responden. @yuanto

loading...

0 komentar:

Posting Komentar