KKP Antisipasi Masuknya Virus Zika
KARIMUN (HK)- Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas II Tanjungbalai Karimun memeriksa seluruh penumpang yang turun dari kapal ferry cepat asal Singapura di terminal kedatangan Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun. Pemeriksaan itu sudah berlangsung sejak empat hari terakhir atau sejak merebaknya virus Zika di Singapura.
Pemeriksaan warga asing asal Singapura yang masuk ke Karimun itu dilakukan dengan cara pengecekan suhu tubuh. Pemeriksaan itu dilakukan secara manula menggunakan termometer. Selain itu, petugas juga menggunakan alat yang namanya Health Alert Card (HAC) yang berisi data pribadi serta data negara yang pernah dikunjungi oleh penumpang.
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas II Tanjungbalai Karimun Sarifuddin Saragih kepada wartawan mengatakan, selama empat hari pemeriksaan terhadap penumpang yang turun dari kapal ferry asal Singapura, mereka belum menemukan warga yang diduga telah terjangkit virus zika tersebut.
"Sudah empat hari kami melakukan pemeriksaan kepada penumpang asal Singapura itu, sampai sekarang kami belum menemukan warga yang suspect terkena virus zika. Kami rutin memeriksa semua penumpang yang turun dari kapal sejak merebaknya warga Singapura yang kena virus zika," tuturnya.
Menurut dia, pemeriksaan tersebut akan terus dilakukan setelah puluhan warga Singapura terinveksi virus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk itu. Pemeriksaan akan terus dilaksanakan setiap hari, apalagi setelah adanya surat edaran dari pusat kepada seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk memeriksa penumpang warga negara asing, khususnya Singapura yang turun dari kapal.
Dikatakan, hingga saat ini tidak ada pemberitahuan akan larangan warga negara Indonesia untuk pergi ke Singapura. Namun kewaspadaan perlu dilakukan mengingat negara Singapura itu saat ini tengah merebak terjangkitnya virus zika, dan itu sudah meresahkan masyarakat dunia juga.
Salah seorang petugas KKP saat ditemui di terminal kedatangan Pelabuhan Internasional mengatakan, mereka sebenarnya punya kamera pendeteksi panas tubuh, namun karena alat yang mereka miliki itu tidak bisa digunakan pada siang, maka pemeriksaan terhadap penumpang asal Singapura dilakukan secara manual.
"Sebenarnya, kami memang punya kamera untuk mendeteksi panas tubuh. Namun tidak dapat digunakan pada siang hari, mau tak mau terpaksa kami memeriksa penumpang yang turun dari kapal ferry asal Singapura dan Malaysia dengan cara manual, meski begitu hasilnya tetap bagus," ungkap petugas itu, kemarin.
Kata dia, sejak melakukan pemeriksaan kepada penumpang yang turun dari kapal ferry asal Singapuram pihaknya sudah memeriksa lebih dari 200 penumpang. Sejak pemeriksaan itu, mereka belum menemukan penumpang yang mencurigakan, sehingga tak satupun dari penumpang tersebut yang diisolasi. (ham)
Share
0 komentar:
Posting Komentar