Senin, 05 September 2016

Terduga Teroris Akan Singapura

BATAM (HK)-- Terduga teroris Leo Hutajulu berencana ke Singapura sebelum  ditangkap Densus 88 Anti Teror pada Sabtu (3/9) lalu di Batuaji, Batam. Leo ke Singapura untuk bekerja sebagai petugas kebersihan dan petugas pasar malam di Pulau Sentosa atas tawaran seorang ibu.
"Dia (Leo) hendak kerja di Singapura. Pekerjaan di Singapura ditawarkan oleh namboru (ibu dari teman LH yang bernama SP) sebagai petugas kebersihan dan petugas pasar malam di Pulau Sentosa. Tawaran itu saat terduga masih berada di Medan," kata Kapolda Kepri, Sam Budigusdian saat memberikan keterangan mengenai penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 Anti Teror, Senin (5/9).

LH (Leo), kata dia, sudah memiliki paspor No B3350747 yang juga disita saat penggerebekan bersama sejumlah barang lain seperti dua buku tabungan Bank Mandiri atas nama terduga teroris. Dua buku yang dista itu berjudul "Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW" pengarang Moenawar Chalil, Penerbit PT Bulan Bintang. Sementara satu buku lainnya berjudul "Perang Akhir Zaman satu kepastian yang akan tiba demi kedamaian sejati di bumi". Buku ini karangan Abu Rabbani Abdullah, penerbit Hanif. Selain itu ada dua lembar sertifikat kursus mengelas yang dikeluarkan oleh biro jasa pelatihan BSA (Batam Skill Academy).

Kapolda mengatakan, setelah ada tawaran bekerja di Singapura itu, terduga diminta mencari lagi lima orang untuk semata-mata bekerja di Singapura. "Ia juga diminta untuk mencari lagi lima orang untuk sama-sama bekerja di Singpura. Nantinya akan diberangkatkan oleh penyalur tidak resmi melalui Pelabuhan Resmi di Batam," kata Kapolda.

Terduga LH dan rombongannya akan diberangkatkan melalui teman namboru di jasa pekerjaan tidak resmi namun lewat jalur transportasi resmi di Pelabuhan Batam Center. Dari hasil pemeriksaan sementara, terduga teroris menyampaikan tidak ada niat untuk berangkat ke Suriah," ujarnya.

Kata Kapolda, LH merupakan seorang pengangguran yang ditangkap di warnet Sabtu (3/9) sekitar pukul 10.45 WIB. Terduga ini mempunyai empat saudara, dan tinggal bersama kakaknya di Batuaji.

Saat ini, kata Kapolda, LH diduga turut membantu menyembunyikan buronan teroris asal Uighur, Tiongkok, yang bernama Dony, membantu memfasilitasi keberangkatan WNI ke Suriah, memfasilitasi masuknya dua WNA Uighur ke Batam, turut menerima dana dari East Turkistan Islamic Movement (ETIM) untuk membiayai kebutuhan hidup WNA Uighur masih terus menjalani pemeriksaan.

Selain itu, LH juga diduga ikut merencanakan penyerangan terhadap Marina Bay, Singapura. Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama jajaran Polda Kepri menangkap enam orang terduga teroris di Batam, Jumat (5/8).

Kapolda memastikan LH diberlakukan dengan baik oleh petugas dan dalam kondisi sehat. "Keberadaan LH saat ini masih diamankan pihak kepolisian di tempat yang aman untuk terus dikembangkan dan didalami keterkaitannya dengan kelompok teroris lainnya," katanya.

Kapolda menambahkan, situasi Batam saat ini kondusif sehingga ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap beraktifitas seperti biasa (par).

Share

0 komentar:

Posting Komentar