LENSAINDONESIA.COM: Calon Gubernur DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno merasa prihatin atas munculnya isu rasisme menjelang Pilkada DKI. Terlebih ia kerap dituding sebagai dalang di balik beredarnya isu sensitif tersebut.
Pria yang menekuni karir sebagai pengusaha ini pun menegaskan bahwa penggunaan isu rasisme dalam Pilgub DKI sudah tidak relevan.
“Saya pernah sekolah di Institusi Jesuit. Gimana bisa kok saya dibilang memainkan isu SARA,” beber Sandi Uno di Jakarta saat menghadiri sebuah diskusi bertema “Emang Siape Calon Nyang Rasis” di Gedung Gereja Oikumene, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Jakarta Pusat, Jumat (16/09/2016).
Mantan direksi PT Adaro ini mengungkapkan, tudingan memainkan isu SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) secara membabibuta dialamatkan ke kubunya berawal ia bertemu Ahok. Saat ia bertemu selama 25 menit itu, Ahok mencecar soal SARA.
“Saya dituding memainkan isu SARA, waktu bertemu Pak Ahok soal penanganan Pasar Jaya DKI. Saya bingung, padahal saya bawa tim yang terdiri dari rekan Tionghoa, Batak (Sarman Simanjorang), dan India,” ujarnya.
Pengusaha muda tersebut meyakini, jualan masalah SARA di kompetisi Pilgub DKI tak bakal laku. Sebab tambah Sandiaga, warga DKI Jakarta hanya menginginkan berlangsungnya kestabilan harga bahan pokok. Serta rendahnya tingkat pengangguran di kawasan Ibu Kota.
“Sekitar 52,1 persen warga DKI tak puas terhadap kecepatan administrasi pengurusan di Jakarta. Hal itu berdasarkan hasil survei dari forum grup diskusi tim Sandiaga Uno,” ujarnya.
Warga menganggap, pengendalian harga oleh Pemprov DKI Jakarta makin menurun. Serta adanya penataan transportasi umum. “Selain itu 81,4 persen warga DKI ingin gubernur kayak Jokowi yang tak royal promo politik,” paparnya.
Sandiaga juga mengutarakan, warga DKI Jakarta saat ini butuh gubernur yang sering turun ke warga.
“Dari 267 kelurahan yang saya kunjungi. Kebanyakan warga ingin sosok gubernur yang sering blusukan (fenomenal). Itu mereka dapatkan atau sama seperti era Gubernur DKI Jokowi,” terang dia.
Sandiaga Uno mengandaikan, pertarungan di Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti ibarat David melawan Goliath. Ahok, katanya, didukung pengembang dan media-media besar.@Adrian Syahalam
0 komentar:
Posting Komentar